AYOJAKARTA.COM - Warganet di platform X tengah dibuat gempar dengan aksi takedown atau penghentian tayang videotron capres nomor urut satu, Anies Baswedan.
Selain di Graha Mandiri Jakarta, tayangan videotron bergambar Anies Baswedan juga terlihat di depan Mall Grand Metropolitan, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Penghentian tayang videotron Anies Baswedan yang diprakarsai dan dibiayai secara mandiri oleh para KPopers tersebut membuat polemik tersendiri di kalangan warganet.
Sejumlah kalangan menilai, penghentian tayang videotron yang dilakukan tanpa dibarengi dengan sebab yang jelas perlu menjadi pertanyaan.
Hal tersebut dikarenakan jadwal penayangan videotron Anies Baswedan berlaku sejak 15 sampai dengan 21 Januari 2024.
Akibat aksi takedown yang belum jelas alasannya tersebut, Muhammad Sodikin selaku Komisioner Bawaslu Kota Bekasi memberi tanggapan.
Dalam keterangan kepada awak media, Sodikin meminta agar media tak dengan mudah melempar isu tanpa disertai alasan jelas.
Sodikin menambahkan, penghentian tayang videotron bergambar Anies Baswedan tak bisa langsung dipertanyakan kepada Bawaslu Kota Bekasi tanpa adanya keterangan yang jelas.
“Yang mana itu? di takedown-nya gara-gara apa? Harus disebutkan dong, jangan ngelempar isu terus kemudian nanya ke kita,” jelas Sodik.
Lebih lanjut guna menjaga netralitas, Komisioner Bawaslu Kota Bekasi meminta agar pertanyaan para awak media tak terkesan menggiring.
Untuk itu sebagai langkah lanjutan terkait dengan penghentian tayang videotron tersebut, Sodik berharap agar pertanyaan media bisa dijadikan sebagai informasi awal.
“Nanti akan kita telusuri kalau itu jadi informasi awal, laporan itu bisa secara resmi, sifatnya itu adalah informasi awal,” imbuh Sodik.
Sehubungan dengan adanya penghentian tayang videotron yang memicu polemik tersebut, capres Anies Baswedan memberi tanggapan.
Baca Juga: Viral Project Dukungan Videotron Anies Baswedan di Take-Down, Kpopers: Apologize to Anies
Menurut Anies Baswedan, di dalam pemilihan umum dan sistem demokrasi seperti Indonesia, publik berhak untuk menentukan pilihan tanpa harus merasakan ketakutan.
“Ini adalah pesta demokrasi dan rakyat memiliki hak untuk mengungkapkan pandangannya, jadi harus dihormati,” ungkap Anies Baswedan.
Anies menambahkan, hal yang sama juga berlaku jika peserta pemilu sedang berusa melakukan sosialisi.
Baca Juga: Eks Jenderal TNI Ini Sebut Debat Ketiga Ada Tendensius pada Salah Satu Capres: Datanya Nggak Lengkap
“Ketika ada yang memasang videotron untuk mendukung pasangan nomor satu, ya dihormati, itu bagian dari demokrasi,” imbuh Anies.
Lebih lanjut, Anies menegaskan salah satu tanda kedewasaan dan kematangan dalam berdemokrasi adalah kemampuan menerima perbedaan.
“Kalau tidak siap menghormati yang berbeda, maka dia tidak siap berdemokrasi,” pungkas Anies Baswedan dikutip Ayojakarta pada Rabu, 17 Januari 2024 dari YouTube Metro TV.***

Share this article
Begini pernyataan Anies Baswedan terkait videotron bergambar dirinya yang dihentikan tanpa alasan baru-baru ini.