AYOJAKARTA.COM - Cawapres nomor urut tiga, Mahfud MD baru-baru ini mengungkapkan sebuah cerita yang mungkin belum banyak diketahui orang lain soal dirinya yang sempat ditawari menjadi cawapres Anies Baswedan.
Dalam ceritanya, Mahfud MD mengungkapkan bahwa dia lebih memilih untuk menolak penawaran soal menjadi cawapres Anies Baswedan.
Dan ternyata ada alasan yang mendasari Mahfud MD untuk mengolah tawaran menjadi cawapres Anies Baswedan.
Hal itu diungkapkan Mahfud MD saat datang ke podcast YouTube milik Denny Sumargo beberapa waktu lalu.
"Saya pernah ditawari oleh koalisinya Pak Anies, sebelum Pak Anies dengan Muhaimin," kisah Mahfud seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube CURHAT Bang Denny Sumargo, Rabu (1/10/2024).
Saat itu diceritakan Mahfud bahwa pimpinan PKS, Ahmad Syaikhu yang memberikan penawaran tersebut kepadanya.
"Itu kan berkeliling ke berbagai tempat, karena saya anggota koalisi kata dia kata Pak Syaikhu itu ke saya, 'Pak Mahfud mau gak ya kalau kami ajukan calon wakil presidennya Pak Anies, kami yang mengusulkan dari PKS," kata Mahfud menirukan ucapan Ahmad Syaikhu kala itu.
Kemudian di bulan April tepatnya saat hilan Ramadhan, penasaran itu kembali datang kerumahnya.
Saat itu seluruh partai di koalisi Anies Baswedan masih sibuk mencari siapa yang pantas menjadi cawapres.
"Tamu datang kerumah saya pada bulan April pada bulan puasa, pada waktu itu koalisinya Pak Anies itu Pak Surya Paloh ya Partai Nasdem, kemudian partai Demokratnya Pak SBY, kemudian Partai PKS rebutan mencari calon presiden," lanjutnya.
Namun diceritakan Mahfud, Partai Demokrat rupanya kekeh untuk mencalonkan AHY sebagai cawapres Anies Baswedan.
Bahkan Demokrat mengancam keluar dari koalisi jika bulan AHY yang menjadi cawapres Anies.
"Partai Demokrat sudah mengatakan kalau presidennya bukan AHY, Demokrat akan keluar dari koalisi. Kalau dia keluar dari koalisi ini gak memenuhi syarat untuk mendaftar," ucap Mahfud.
Baca Juga: Curhat Mahfud MD Rela Pasang Badan demi Anies Baswedan Maju di Pilpres 2024
Akhirnya saat itu, Mahfud menyatakan agar Pak Syaikhu lebih baik menjaga kesolidan koalisinya.
"Saya bilang ke Pak Syaikhu Pak lebih baik anda jaga partai anda agar solid gitu," katanya lagi.
Saat itupun gencar soal penjegalan terhadap Anies yang disebut-sebut akan dilakukan oleh pemerintah.
Namun Mahfud MD dengan tegas kala itu memastikan bahwa pemerintah tak akan bisa menjegal Anies dan bahkan dia sendiri yang akan memastikan dan menjamin bahwa Anies harus jadi calon presiden.
"Jadi saya sudah bilang ke masyarakat, pemerintah tidak akan menghalangi Anies meskipun ada tuduhan dari Denny Indrayana ," tutur Menkopolhukam itu.
"Saya mau jaga dari pemerintah agar dia tidak dihalangi oleh pemerintah, pokoknya dia harus jadi calon deh saya yang jamin," lanjutnya.
Baca Juga: VIRAL Diduga Pendukung Prabowo Subianto Ancam Tembak Anies Baswedan: Nembak Berapa Tahun Penjara Ya?
Maka dari itu, Mahfud pun memilih untuk menolak tawaran menjadi cawapres Anies karena menghindari tuduhan yang lebih besar lagi kepada pemerintah.
Selain itu, jika Mahfud menolak, maka Demokrat tidak akan keluar sehingga Anies tetap bisa menjadi calon presiden karena jumlah persentase suara tetap memenuhi syarat.
"Nah kalau saya tiba-tiba masuk ke dia lalu partai Demokrat keluar, yang masuk pasti yang dituduh bahwa pemerintah menyusupkan orang agar Anies gagal," kata Mahfud.
"Padahal tuduhannya pemerintah sudah dituding akan menggagalkan Anies itu sebabnya saya nolak," jelasnya kepada Denny Sumargo.***

Share this article
Mahfud MD menolak ditawari jadi cawapres Anies Baswedan untuk menghindari tuduhan bahwa pemerintah ingin menggagalkan Anies.