AYOJAKARTA.COM - Menkopolhukam sekaligus cawapres nomor urut 3, Mahfud MD mengaku dirinya sempat ditawari menjadi cawapres Anies Baswedan sebelum bergabung dengan Ganjar Pranowo.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Mahfud MD mengungkap alasannya menolak tawaran Anies Baswedan untuk menjadi cawapres.
Awalnya, Mahfud MD menceritakan mengapa ia menerima tawaran Ganjar Pranowo ketimbang Anies Baswedan.
Menurut penjelasannya, Ketua Umum PDI Perjuangan telah memenuhi syarat untuk mendaftarkan calon presiden, sehingga tak masalah jika dirinya menerima tawaran menjadi cawapres.
“Ganjar itu ketika menawari saya Bu Mega itu syaratnya sudah terpenuhi yaitu minumal 20 persen kursi di DPR udah dimiliki dari Pemilu sebelumnya dan Bu Mega itu sudah punya 23 persen ditambah PPP 4 persen kan sudah 27 persen,” kata Mahfud MD.
“Syarat untuk apa ini pak?”, tanya Denny Sumargo.
“Syarat untuk mendaftarkan calon presiden,” jawab Mahfud MD.
Baca Juga: Alvin Lim Murka Dituding Kabur oleh Mahfud MD: Ngapain Balik ke Sini, Fitnah Keji!
Ia menjelaskan alasannya mengapa menolak tawaran untuk menjadi cawapres Anies Baswedan.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu terdengar kabar adanya upaya penjegalan kepada Anies Baswedan agar tak dapat maju dalam Pilpres 2024.
Namun, Mahfud MD bertekad menjamin agar Anies Baswedan tak sampai dijegal pemerintah.
“Denny Indrayana kan terang-terangan pemerintah mau menghajar Anies. Saya bilang ke Denny waktu itu “Den, kamu jagalah Anies agar tidak sampai gagal menjadi calon, saya yang jamin jaga dari pemerintah agar dia tidak dihalangi oleh pemerintah pokoknya dia harus jadi calonnya saya yang jamin,” kata Mahfud MD.
Baca Juga: Tantang Mahfud MD, Alvin Lim: Gimana Nanti Mau Ngurus Negara Pak?
Terkait hal tersebut, ia tak mau dianggap menghalangi Anies Baswedan karena jika dirinya menerima tawaran tersebut maka otomatis Partai Demokrat akan keluar karena disebut tak memilih AHY sebagai cawapres.
“Nah kalau tiba-tiba saya mau ke dia (Anies) lalu Partai Demokrat keluar ini tidak memenuhi syarat kan saya dituduh nyusup,” ujarnya.
“Pak Mahfud masuk, Demokrat keluar karena Pak Mahfud masuk pasti yang dituduh pemerintah menyusupkan orang agar Anies gagal, padahal tujuannya pemerintah sudah dituding akan mengagalkan Anies itu sebabnya saya nolak,” pungkasnya.
Sementara jika Partai Demokrat keluar, Anies Baswedan tak bisa maju Pilpres karena Koalisi Perubahan tak memenuhi syarat untuk mencalonkan presiden.
“Betul begitu saya nggak jadi yang masuk Muhaimin, Demokrat langsung keluarkan untung Muhaimin punya partai sehingga mengganti posisi Demokrat ini sehingga suaranya utuh,” jelasnya.***

Share this article
Di balik penolakan Mahfud MD sebagai cawapres Anies Baswedan, ternyata ada tujuan mulia di balik hal itu.