AYOJAKARTA.COM - Mahfud MD punya peran penting dalam pencalonan Anies Baswedan sebagai presiden dalam Pilpres 2024.
Dia bahkan rela pasang badan demi Anies, meski sekarang mereka saling berhadapan untuk menjadi pemenang.
Kisah menarik tersebut diceritakan Mahfud MD kepada Denny Sumargo dalam channel Youtube Curhat Bang Denny Sumargo yang dirilis Selasa, 9 Januari 2023.
Mahfud MD menceritakan pada tanggal 6 Maret 2023, saat itu bulan puasa, dirinya didatangi Presiden PKS Ahmad Syaikhu.
Kedatangan Syaikhu itu untuk meminta Mahfud MD menjadi calon wakil presiden kubu Anies. Tapi permintaan itu ditolak karena Mahfud MD tidak mau dicap sebagai penyusup.
Sebagai informasi, pada saat itu peta perpolitikan untuk mencari calon wakil presiden sedang panas. Tiga capres yaitu Anies, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo tengah 'berburu" wakilnya.
Kubu Anies diusung NasDem, Demokrat, dan PKS, dengan komposisi suara Nasdem meraih suara sah nasional 12.661.798 (9,05 persen), PKS 11.493.663 (8,21 persen), dan Partai Demokrat 10.876.057, (7,77 persen).
Baca Juga: Mahfud MD Tolak Permintaan Tim Anies untuk Jadi Cawapres, Ini Alasannya
Dengan komposisi total suara tersebut, ketiganya memperoleh 25,03 persen. Cukup untuk maju di pilpres 2024 yang mensyaratkan minimal memiliki 20 persen suara.
Dalam koalisi Anies, Demokrat mensyaratkan AHY harus menjadi cawapres, jika tidak maka Demokrat akan hengkang.
Sementara Mahfud MD mengatakan jika dia menerima pinangan PKS, maka kemungkinan Demokrat akan keluar dari koalisi Anies.
"Nah kalau dia keluar dari koalisi, maka (koalisi Anies) nggak memenuhi syarat untuk daftar. Karena kalau Demokrat keluar karena bukan AHY, kira-kira hanya nggak sampai 17%. Nasdem dan PKS cuma kira-kira 13%. Kalo begitu kan nggak bisa daftar. Iya kan," beber Mahfud MD.
Benar apa yang disampaikan Mahfud MD, jika Demokrat keluar maka koalisi Anies hanya mendapatkan sekitar 17,6 persen suara dan hal itu bisa membuat Anies tidak bisa mendaftar pemilu 2024.
Di saat bersamaan berembus kencang rumor pemerintah akan menjegal Anies agar tidak bisa ikut pilpres. Salah satu rumornya, Anies akan diciduk KPK dalam kasus dugaan korupsi formula e. Hal itu dikumandangkan Denny Indrayana.
Dalam keadaan seperti itu, Mahfud MD meminta Denny untuk setia menjaga Anies agar bisa melaju ke Pilpres 2024.
"Denny Indrayana kan terang-terangan (mengatakan) pemerintah mau menghajar Anies. Saya bilang ke Denny, kamu jagalah Anies agar dia tidak tidak sampai gagal jadi calon. Saya mau jaga dari pemerintah, agar dia tidak dihalangi oleh pemerintah. Pokoknya dia harus jadi calon, saya yang jamin," jelas Mahfud MD.
"Saya tidak mau menggagalkan Anies, pokoknya dia harus calon. Mau nanti kalah atau menang, pokoknya harus calon. Saya taruhannya!," kata Mahfud MD.
Itulah yang menjadi alasan mengapa Mahfud MD menolak permintaan PKS karena tidak mau disebut sebagai penyusup yang bisa menggagalkan Anies maju sebagai capres.
Baca Juga: Anies Baswedan Singgung Pendapat Prabowo Soal Gaza: Siapa Bilang Lemah? Dia Tangguh!
Tak berapa dari penolakan Mahfud MD, koalisi Anies akhirnya memutuskan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menjadi wakilnya. Pertimbangan memilih Cak Imin karena dia adalah Ketum PKB.
Cak Imin dengan gerbong PKB-nya membawa suara 9,69 persen.
Demokrat yang paham AHY sudah tidak mungkin maju di Pilpres 2024, akhirnya hengkang dan merapat ke kubu Prabowo.

Share this article
Ternyata Mahfud MD punya peran penting dalam pencalonan Anies Baswedan untuk maju sebagai presiden dalam Pilpres 2024.