AYOJAKARTA.COM -- Pelabuhan Merak di Banten mengalami lonjakan luar biasa pada puncak arus mudik Lebaran 2025, mencatat sebuah momen historis dalam perjalanan mudik nasional.
Berdasarkan data resmi dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).
Jumlah pemudik telah mencapai spektakuler dengan 500.000 penumpang dan 100.000 kendaraan yang melintasi jalur penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera.
Kepadatan di Pelabuhan Merak sudah mulai terbangun sejak dini hari, tepatnya pada pukul 2.00 WIB, di mana kendaraan mulai berbondong-bondong memasuki pintu tol menuju area penyeberangan.
Kondisi ini jauh berbeda dengan hari-hari biasa, dengan antrean yang memanjang hingga menutupi jalan raya di sekitar pelabuhan.
Salah satu gambaran nyata dari perjuangan para pemudik terlihat dari kisah Ibu Fitra, seorang pemudik asal Bandung yang tengah menuju Solok, Padang.
Dalam perbincangan singkat, dia menceritakan pengalamannya menunggu selama berjam-jam.
Baca Juga: Mulai 27 Maret! Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2025, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Tol Layang MBZ
"Saya sudah di sini sejak pukul 2.00 subuh, dan sampai sekarang belum juga berangkat," ujarnya dengan nada lelah namun sabar.
Persiapannya pun matang, dengan membawa bekal dan kebutuhan anak-anak selama perjalanan yang akan berlangsung kurang lebih dua minggu.
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya yang hanya membutuhkan waktu tunggu 1-2 jam, kali ini para pemudik harus rela menghabiskan waktu lebih dari 6 jam di area antrean.
Mereka tampak sangat bersabar, dengan berbagai kegiatan untuk mengusir jenuh, mulai dari sekadar berbincang, bermain dengan anak-anak, hingga sekadar menikmati suasana perjalanan.
Untuk mengendalikan arus lalu lintas yang semakin padat, pihak pengelola pelabuhan menerapkan strategi cerdas dengan memberlakukan sistem ganjil genap pada pintu ruas tol menuju Pelabuhan Merak.
Kendaraan yang tidak sesuai dengan jadwal berdasarkan plat nomor akan dialihkan ke jalur alternatif, suatu upaya untuk menciptakan mekanisme antrian yang lebih terstruktur dan sistematis.
Puncak arus mudik diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 30 Maret 2025, dengan harapan dapat menciptakan kondisi transportasi yang lebih lancar, aman, dan terkendali.
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah dalam mengelola mobilitas tinggi masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Sebuah tantangan besar yang membutuhkan koordinasi lintas instansi dan kesabaran semua pihak.***

Share this article
Pelabuhan Merak di Banten mengalami lonjakan luar biasa pada puncak arus mudik Lebaran 2025, mencatat sebuah momen historis.