AYOJAKARTA.COM -- Kasus kopi sianida yang menyeret nama Jessica Wongso kembali viral setelah penayangan film dokumenter berjudul Ice Cold : Murder, Coffee and Jessica Wongso di Netflix.
Pada film tersebut salah satu saksi ahli dari pihak Jessica Wongso, yakni dokter Djaja Surya Atmaja menjadi salah satu narasumber.
Dokter Djaja sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sianida bisa digunakan untuk menangkap ikan dan ternyata, Edi Darmawan Salihin yang merupakan ayah Mirna Salihin punya hobi memancing.
Saat di persidangan, dokter Djaja bersaksi bahwa Mirna Salihin bukan meninggal karena racun sianida.
Beberapa waktu lalu, ia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa orang yang patut dicurigai dalam kasus Jessica Wongso.
Ia mengatakan hal tersebut sambil menjelaskan bahwa sianida biasa dipakai pemilik kapal untuk fumigasi.
"Ada beberapa orang yang patut dicurigai. Sianida banyak dipakai untuk fumigasi, orang yang berhubungan dengan kapal, fumigasi kapal itu pasti punya sianida," kata Djaja Surya Atmaja dikutip ayojakarta.com dari YouTube dr. Richard Lee, Rabu (20/12/2023).
Ia juga menjelaskan bahwa sianida biasa digunakan oleh para nelayan untuk menangkap ikan.
"Kalau kamu nelayan, tukang nangkap ikan. Kamu tahu kalau mau nangkap ikan di Indonesia kalau ikan hias itu kan di karang-karang, ikan kan gesit gak seperti ikan darat, nangkap susah, mereka beli ke toko kimia, 'saya mau beli sianida', tapi nggak bakal dikasih karena kamu pasti mau bunuh orang. Tapi ada omongannya, 'pak mau beli sensor. Mau nangkap di mana katanya," kata Djaja Surya Atmaja.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa penggunaan sianida untuk menangkap ikan adalah hal terlarang.
"Kalau ketahuan ditangkap kamu, karena kalau begitu disebar ikannya mabuk, tinggal diserokin ditaruh di air bersih, dia idup lagi. Tapi terumbu karang mati semua, gosong, makanya dilarang," jelasnya.
Di sisi lain, Edi Darmawan Salihin mengaku bahwa punya hobi mancing dan pernah memiliki kapal yang sudah dijual karena pandemi.
"Saking bule pelit dia tanya hobi saya apa, saya bilang saya demen mancing. Kapal saya tapi sudah saya jual, mahal kapal besar begitu. Nggak kuat saya, pandemi. Biayain tuh kapal dipakai kaga, musti bayar ratusan juta tiap bulan, pegawainya aja yang ngurusin kapal tiga orang," kata Edi Darmawan Salihin dikutip ayojakarta.com dari YouTube Karni Ilyas Club, Rabu (20/12/2023).
Edi Darmawan Salihin menceritakan saat produser film Ice Cold kaget mendengar harga sewa kapal untuk syuting dirinya mancing.
"Ditawarin yang paling murah Rp 35 juta, karena sekali berangkat 5 ton itu solar, saya punya titik spotnya. Kalau bilang tukang mancing se-Jakarta tahu, Edi Cacing nih paling jago mancing," ungkap Edi Darmawan Salihin.
Namun karena biaya sewa yang mahal, produser memilih menayangkan hobi Edi Darmawan Salihin yang lain, yakni menembak.
Diketahui, Jessica Wongso ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin tahun 2016 lalu.
Baca Juga: Terbongkar! Fakta Baru Peradilan Sesat Kasus Jessica, Ada Saksi Ahli dari Jaksa yang Tidak Disumpah?
Ucapan Djaja Surya Atmaja dan Edi Darmawan Salihin ini seolah-olah memiliki hubungan satu sama lain.
Di mana Djaja Surya Atmaja mengatakan sianida bisa dipakai menangkap ikan dan mengurus kapal.
Sementara Edi Darmawan Salihin mengaku hobi memancing dan pernah punya kapal.
Walau bagaimanapun, kepastian kematian Mirna Salihin karena kopi sianida masih menyisakan misteri.
Kini, Jessica Wongso telah divonis 20 tahun penjara setelah hasil penyelidikan menduga bahwa Jessica Wongso yang memasukan sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna Salihin hingga tewas.***

Share this article
Benarkah ada hubungannya antara hobi memancing Edi Darmawan Salihin dengan sianida yang biasa dipakai menangkap ikan?