AYOJAKARTA.COM - Badan Ekseskutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada BEM UGM disorot publik usai memberi gelar kepada Joko Widodo sebagai alumnus paling memalukan.
Perwakilan mahasiswa menilai, kritik yang disampaikan BEM UGM merupakan akumulasi atas kekecewaan selama masa kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Aksi dan Propaganda BEM UGM, Muhammad Zidan Darmawan.
Baca Juga: Hani Akan Dilaporkan? Begini Penjelasan Otto Hasibuan Soal Kesaksian Palsu pada Kasus Jessica Wongso
Dalam pernyataan yang disampaikan ke media, Zidan menjelaskan kronologis dibuatnya baliho bergambar Joko Widodo serta tulisan yang kemudian menuai kontroversi.
Berawal dari sebuah forum diskusi, Zidan dan teman-teman BEM banyak memberikan kritik menyangkut persoalan kebangsaan dan isu strategis nasional.
Terjadinya indeks penurunan demokrasi dan kepercayaan publik pasca putusan Mahkamah Konstitusi serta keterbatasan dalam berpendapat adalah tiga poin yang disoroti mahasiswa.
Mahasiswa, khususnya BEM UGM menilai pemerintah tidak menunjukkan adanya perkembangan menyangkut ketiga aspek tersebut.
Berangkat dari permasalahan itu, mahasiswa kemudian menjadikannya sebagai salah satu agenda diskusi untuk mencari solusi.
Mahasiswa juga kuatir, segala persoalan dan berkembang di masyarakat bisa semakin menjadi penyebab timbulnya persoalan baru, sehingga perlu diantisipasi.
“Namun beberapa kritik kami itu tidak sampai ke jajaran istana, kami berpikir ini bagaimana supaya istana melihat kritik dari kami,” jelas Zidan.
Karena itu, BEM UGM kemudian membuat sebuah baliho dengan mengusung konsep pemberian nominasi.
Lebih lanjut, Zidan menyebut langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran seorang adik kepada Joko Widodo yang merupakan kakak satu civitas.
“Bapak Jokowi adalah alumni UGM yaitu kakak kami, dengan itu kita perlu memberikan bentuk rasa penghargaan dan juga kritik,” imbuhnya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, BEM kemudian membuat baliho bergambar Joko Widodo serta kalimat tertentu sebagai bagian dari propaganda.
Sehingga merupakan hal tidak benar jika kemudian rasa sayang adik ke kakak justru disikapi sebagai bentuk kebencian dan terlebih untuk tujuan mempermalukan.
Sehubungan dengan adanya kritik yang disampaikan mahasiswa khususnya BEM UGM, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden memberi tanggapan.
Menurut Ade Irfan Pulungan, Presiden Joko Widodo selalu menanggapi setiap muatan atau substansi kritik membangun yang disampaikan oleh publik.
Sebab dalam demokrasi kritik merupakan sebuah hal wajar dan lumrah, karena itu perlu dilakukan dengan cara beradab.
Terkait dengan pemberian nominasi sebagai alumnus UGM paling memalukan, Ade ikut memberi tanggapan.
“Seharusnya UGM berbangga menghasilkan alumni yang menjadi Presiden,” jelas Ade dikutip Ayojakarta, Rabu 13 Desember 2023 dari Metro TV. ***

Share this article
Terkait dengan pemberian nominasi sebagai alumnus UGM paling memalukan, Ade Irfan Pulungan ikut memberi tanggapan.