AYOJAKARTA.COM - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, angkat bicara terkait pemberian gelar "Alumnus Paling Memalukan" bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Gielbran M Nur.
Menurut Ade Armando, tindakan tersebut dianggap melecehkan Jokowi.
Dalam sebuah unggahan video di akun Twitter pada Senin, 11 Desember 2023, Ade Armando menyatakan bahwa Gielbran telah menyampaikan hinaan terhadap Jokowi, menyebutnya sebagai "raja culas yang licik."
Baca Juga: Ade Armando Siap Keluar dari PSI, Jika Partai Menghendakinya
Ade Armando juga menilai bahwa Gielbran M Nur, meskipun sering diundang dalam acara membahas kemunduran Indonesia, bukanlah sosok intelektual dengan pemikiran tajam.
"Ia (Gielbran) misalnya ngawur bilang Jokowi adalah contoh khas pemimpin Jawa, karena menurutnya dalam konsep kekuasaan budaya Jawa, etika tidaklah penting," kata Ade Armando dikutip dari akun Twitter @adearmando61.
Menurut Ade Armando, Gielbran bukanlah pejuang demokrasi yang tulus, melainkan lebih merupakan sosok yang mencari sensasi dan mewakili kepentingan politik tertentu di luar lingkungan kampus.
Ade juga mengungkapkan bahwa Gielbran diorbitkan oleh lembaga Rumah Kepemimpinan (RK), yang dikenal sebagai pusat kaderisasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di berbagai universitas negeri terkemuka sejak 2020.
Ade Armando mencatat bahwa penerima beasiswa RK umumnya tinggal bersama di asrama kader, di mana mereka menjalani indoktrinasi.
Ia juga menghubungkan Gielbran dengan sejumlah tokoh mahasiswa lainnya yang memberikan kritik serupa terhadap Jokowi, menyebut mereka juga sebagai alumnus RK.
Baca Juga: Buntut Ungkapan Politik Dinasti, Kaesang Persilakan Ade Armando Hengkang dari PSI
Sebelumnya, Presiden Jokowi menanggapi sindiran tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi di Indonesia.
Meskipun demikian, Jokowi mengingatkan pentingnya etika sopan santun dan budaya ketimuran dalam berbicara.
"Ini proses demokrasi boleh-boleh saja. Tetapi, perlu saya juga mengingatkan, kita ada etika sopan santun ketimuran," ujar Jokowi di Stasiun Pompa Ancol Sentiong, Jakarta, pada Senin, 11 Desember 2023. Jokowi juga menilai kritikan tersebut sebagai hal yang biasa.
Sebelumnya, BEM KM UGM menobatkan Jokowi sebagai alumnus UGM paling memalukan dengan alasan bahwa dalam hampir dua periode kepemimpinannya, banyak permasalahan fundamental yang belum terselesaikan.
Gielbran mengungkapkan bahwa Jokowi tidak mencerminkan nilai UGM berdasarkan tiga indikator, yaitu anjloknya demokrasi selama 10 tahun kepemimpinan, keinginan perpanjangan kekuasaan di akhir jabatan, dan terpampang jelasnya dinasti politik.***
Share this article
Ade Armando mengatakan jika Gielbran M Nur telah menyampaikan hinaan terhadap Jokowi, menyebutnya sebagai "raja culas yang licik."