AYOJAKARTA.COM - Jika Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) berhasil meraih kemenangan dalam Pemilihan Presiden 2024, mereka berkomitmen untuk menghapuskan status guru honorer dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan perubahan positif dalam sistem pendidikan negara, dengan harapan bahwa langkah ini akan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di seluruh negeri.
"Kita sudah keliru dalam menempatkan guru sebagai tenaga honorer, salah total, dan ini yang harus kami perbaiki," ucap Juru Bicara Timnas AMIN, Indra Charismiadji.
Baca Juga: Miris, Gaji Guru Honorer di SMPN 98 Jaksel Sengaja Tidak Dibayarkan Pihak Sekolah Selama 2 Tahun
Indra menyampaikan bahwa saat ini Indonesia merupakan satu-satunya negara yang menggunakan sistem honorer dalam mengatur profesi tenaga pendidik, sehingga perlu adanya perbaikan pada struktur pendidikan di dalam negeri.
Indra berpendapat bahwa jika pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 tersebut diberikan kesempatan untuk memimpin Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan, maka AMIN akan melakukan perbaikan yang signifikan terhadap sistem tersebut.
AMIN memiliki tekad untuk mengembangkan sektor pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing secara positif dan tidak ketinggalan dengan negara-negara lain.
Baca Juga: Kabar Baik Bagi Para Honorer! Kini Bisa Diangkat Jadi ASN, Kenali Syarat-syaratnya
"Mudah-mudahan kami bisa membenahi dalam lima tahun. Kalau mendapatkan amanah untuk memimpin Indonesia, maka tidak ada lagi guru honorer," ucapnya.
Indra menambahkan bahwa selain menangani aspek formal pendidikan di sekolah, AMIN juga akan melakukan perbaikan pada sistem pendidikan secara menyeluruh. Hal ini mencakup pendidikan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan keluarga, komunitas, dan perguruan tinggi.
"Pendidikan itu bukan hanya di sekolah saja, tetapi juga ada peran orang tua, masyarakat, dan juga perguruan. Itu yang harus diperbaiki," ucap Indra.
KPU RI telah mengumumkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden 2024.
Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar diberikan nomor urut 1, sementara pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memegang nomor urut 2, dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD ditetapkan dengan nomor urut 3.
Baca Juga: 5 Poin Penting di RUU DKJ, Mulai Bukan Sebagai Ibu Kota Negara hingga Gubernur Dipilih Presiden
Selain itu, KPU juga telah mengumumkan jadwal masa kampanye yang akan berlangsung mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, dengan tanggal pemungutan suara yang telah ditetapkan pada 14 Februari 2024.

Share this article
AMIN berkomitmen revolusi pendidikan! Jika menang di Pemilu 2024, mereka akan hapuskan status guru honorer untuk tingkatkan mutu pendidikan.