AYOJAKARTA.COM -- Belakangan ini kasus kopi sianida yang merenggut nyawa Mirna Salihin dan menyeret Jessica Wongso kembali mencuat ke publik.
Usai rilisnya film dokumenter bertajuk ‘Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso’ membuat kasus sianida yang sudah 7 tahun berlalu kembali viral.
Banyak isu-isu, sejumlah fakta maupun berbagai bukti-bukti baru membuat publik kian bertanya-tanya apakah benar Jessica Wongso pembunuh Mirna Salihin?
Kembali viralnya kematian Mirna Salihin dalam kasus kopi sianida ini memunculkan spekulasi baru, setidaknya tercatat ada 3.800 advokat yang tergabung dalam aliansi pembela Jessica Wongso.
Yang mana aliansi tersebut siap membongkar dan membuka keadilan untuk terpidana kematian Mirna yang telah resmi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.
Otto Hasibuan selaku pengacara Jessica Wongso secara gamblang dan tegas menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang bisa menjerat kliennya untuk dipenjara selama 20 tahun lamanya.
Bahkan kasus kopi sianida ini baru-baru ini dibawa-bawa dalam rapat DPR RI untuk dipertanyakan kejanggalan.
Baca Juga: Rismon Sianipar Ungkap Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso: Saya Buktikan 73 Persen Informasi Hilang
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat yakni Benny Harman menyinggung kasus Jessica Wongso saat rapat menguji kelayakan calon hakim dan hakim ADHOC 2023.
Dalam tayangan YouTube KOMPASTV, Benny Harman mengungkapkan bahwa besar harapan publik dalam memilih hakim agung agar bisa menegakkan keadilan yang sebenar-benarnya.
Menurutnya saat ini ada beberapa hal miris terkait peradilan di Indonesia, seperti keadilan ditentukan oleh uang sehingga ‘no money no justice’.
Selain itu juga menyebut bahwa keadilan saat ini ditentukan oleh publik, yang mana semakin tinggi dukungan publik maka keadilan tersebut akan diberikan oleh hakim.
Baca Juga: Anggota DPR RI Ini Singgung Kasus Jessica Wongso dalam Rapat: Kita Semua Ketipu, Sesat...
Benny Harman juga menyinggung kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Menurutnya peradilan yang mengadili kasus tersebut adalah peradilan sesat.
Hal ini dikarenakan banyak pihak yang tertipu dengan kasus kopi sianida hingga kembali menjadi viral.
“Itu kasus Jessica, peradilan sesat. Maka no viral no justice,” ujar Benny Harman dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (23/11/2023).
“Kita semua ketipu kan? Sesat, sesat pikiran publik, sesat kita juga anggota DPR kita ini, sesat juga hakim-hakimnya. No viral no justice,” tambahnya.
Baca Juga: Tips WhatsApp: Cara Agar Pesan WA Tetap Centang 1 padahal Online, Chat Dibaca Nggak Bakal Ketahuan
Masih terkait kasus kopi sianida, Benny Harman juga menyinggung bahwa hukum di Indonesia no money no justice dan no power no justice.
“Keadilan akan datang ketika tiga hal itu ada di satu genggaman, money, viral, dan power tadi ada di satu tangan. Itulah keadilan,” katanya.
Benny Harman menyinggung kasus yang menyeret Jessica Wongso saat menguji kelayakan calon Hakim Agung Noor Edi Yono pada Rabu (22/11/2023).***

Share this article
Sejumlah fakta maupun berbagai bukti-bukti baru membuat publik kian bertanya-tanya apakah benar Jessica Wongso pembunuh Mirna Salihin?