AYOJAKARTA.COM - Menjadi salah satu figur penting di lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi, nama Firli Bahuri masih menjadi sorotan publik.
Kasus dugaan tindak pidana pemerasan terhadap mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo menambah deret panjang citra buruk Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.
Dinilai telah merusak dan mencoreng maruah Komisi Pemberantasan Korupsi, sejumlah tokoh publik tak segan mengomentari Firli Bahuri dengan kritik.
Baca Juga: Tegas! Novel Baswedan Yakin Firli Bahuri Terlibat Dugaan Kasus Pemerasan SYL: Ini Bukan Pertama Kali
Banyak kalangan beranggapan, tindakan Ketua KPK yang sudah berulang kali melanggar kode etik merupakan perkara tidak termaafkan sehingga harus dilakukan pendalaman.
Dugaan Firli Bahuri yang terlibat kasus pemerasan terhadap mantan Mentan, diakui sejumlah kalangan sebagai bentuk pelanggaran kode etik berat.
Terkait dengan banyaknya pelanggaran kode etik, salah satu Penyidik KPK yang juga sempat menjabat Komisaris Polisi memberi pernyataan.
Hal tersebut terungkap ketika Novel Baswedan tengah menjadi narasumber dalam acara dialog siniar bersama dengan Deddy Corbuzier.
“Saya sangat yakin Ketua KPK korup, karena ini bukan pertama kali, kasusnya Firli Bahuri bukan pertama kali,” ungkap Novel tanpa sungkan.
Meski pernyataan lugas tersebut sempat membuat Deddy terkejut, Novel memberikan sejumlah rincian alasan yang membuatnya berani menyimpulkan.
Saat masih menjabat sebagai Deputi Penindakan, Novel menyebut sosok yang saat ini menjabat Ketua KPK memiliki banyak kasus.
Rincian kasus tersebut, kemudian dijadikan sebagai salah satu catatan khusus yang diberikan oleh Ketua KPK incumbent Agus Raharjo untuk Komisi III DPR RI.
“Pemberitahuan bahwa yang bersangkutan itu punya banyak kasus, tapi nggak ngerti bagaimana, dan kemudian jadi Pemimpin KPK,” imbuh Novel.
Sejak resmi ditetapkan sebagai Ketua KPK, sejumlah pelanggaran terkait kode etik terus menjadi bagian dari kinerja Firli.
Selain gratifikasi berupa helikopter mewah yang sepengetahuan Novel belum sepenuhnya tuntas, Firli juga tidak berhenti menyita perhatian.
Karena itu, Novel menilai salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang Pemberantasan Korupsi bukan hanya ketebalan iman tetapi juga adalah jiwa patriotik.
Tanpa adanya jiwa patriotik, siapapun akan dengan mudah mengikuti arus perilaku korupsi yang jumlahnya sangat menggiurkan.
“Karena korupsi dampaknya betul-betul luar biasa, apalagi kalau dipergunakan untuk kepentingan kelompok atau politik,” ungkap Novel.
Untuk itu, selaku mantan Penyidik KPK Novel berharap agar masyarakat luas tidak berhenti menyuarakan kebenaran dan berani membuat laporan jika ada dugaan korupsi.
Baca Juga: Tim Biro Hukum KPK Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan Syahrul Yasin Limpo (SYL)
“Kalau masyarakat berhak melapor, kalau Pegawai Negeri wajib lapor,” pungkas Novel seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 2 November 2023 dari siniar Deddy Corbuzier. ***

Share this article
Novel Baswedan yakin Firli Bahuri terlibat korupsi, menyoroti pelanggaran kode etik dan menekankan pentingnya jiwa patriotik.