AYOJAKARTA.COM - Dugaan kasus pemerasaan yang dilakukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terhadap eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) tengah menyita perhatian publik.
Eks penyidik KPK, Novel Baswedan salah satunya yang angkat bicara terkait dugaan kasus tersebut.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu (1/11/2023), Novel Baswedan blak-blakan menyuarakan pendapatnya terkait Ketua KPK Firli Bahuri yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Abraham Samad Sebut Firli Bahuri Sudah Bisa Dijadikan Tersangka
Novel Baswedan dengan tegas meyakini, jika Ketua KPK Firli Bahuri bersalah dan meminta agar segera ditangkap.
"Ketua KPK yang tugasnya memberantas korupsi, ini justru terkait dengan perbuatannya sendiri, baru kali ini," ungkap Novel Baswedan.
Bahkan Novel menyebut, jika kasus yang melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri tersebut bukanlah yang pertama kali.
"Kalau dibilang dalam hari, yah saya yakin lah (Firli Bahuri bersalah, red). Sangat yakin, karena ini bukan pertama kali," jelas Novel.
Novel menjelaskan, saat Firli Bahuri dicalonkan sebagai Ketua KPK, yang bersangkutan telah memiliki banyak masalah.
Menurut Novel, saat Firli Bahuri sudah sempat diperiksa oleh tim Internal KPK.
Baca Juga: Eks Penyidik Tantang Pahala Nainggolan untuk Periksa LHKPN Firli Bahuri: Jangan PNS Saja Dia Sikat
Kala itu, Firli Bahuri masih menjabat sebagai Deputi Penindakan.
"Ketika yang bersangkutan mendaftar menjadi pimpinan KPK. Pimpinan KPK Agus Rahardjo dan kawan-kawan saat itu memberi rekomendasi loh kepada Komisi III DPR, untuk memberitahu yang bersangkutan memiliki beberapa kasus," jelas Novel.
Namun, rekomendasi tersebut dikatakan Novel tidak ada tanggapan hingga Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua KPK.
Di awal kepemimpinan Firli Bahuri, menurut Novel, yang bersangkutan diduga mendapatkan gratifikasi helikopter mewah.
"Ternyata awal-awal jadi pimpinan KPK, yang bersangkutan diduga mendapat gratifikasi helikopter mewah," kata Novel.
Baca Juga: Abaikan Panggilan Dewan Pengawas KPK, Ketua KPK Firli Bahuri Malah Pilih Bermain Badminton
"Meski telah dijawab, tapi kan bukan berarti terselesaikan permasalahan itu," lanjutnya.
Berkaitan dengan dugaan pimpinan KPK memeras SYL, Novel Baswedan mengharapkan penegak hukum segera melakukan penangkapan terhadap Firli Bahuri.
"Saya mengingatkan, sebaiknya Firli Bahuri segera ditangkap kalau betul buktinya lengkap. Karena buktinya itu kan terlalu banyak, dugaanya perbuatannya terlalu banyak," ucap Novel Baswedan.
Baca Juga: Buntut Pertemuan Firli Bahuri-SYL, Dewas Periksa 2 Pimpinan KPK Hari Ini
Jika penegak hukum tak bergerak cepat, Novel memiliki kekhawatiran jika Firli Bahuri akan menyembunyikan bukti, termasuk harta kekayaan.
Bukan tidak mungkin juga, yang bersangkutan bisa melarikan diri.
"Dengan kondisi sekarang bisa saja melarikan diri, nah kalau sudah melarikan diri nyarinya susah," terang Novel.
Baca Juga: Dewas Periksa Dua Pimpinan KPK Johanis dan Alex Terkait Kasus Firli Bahuri-Syahrul Yasin Limpo
Namun, jika status Firli Bahuri masih sebagai saksi, kata Novel akan sangat susah untuk melakukan penangkapan.
Semestinya, dengan bukti-bukti yang terlampau banyak, Novel menyebut, status Firli Bahuri seharusnya bisa untuk menjadi tersangka.
"Kalau sudah tersangka yah kalau saksi kan nggak bisa ditangkap," papar Novel.
"Tapi dengan bukti-bukti begini, masa sih nggak tersangka," ungkap Novel.

Share this article
Novel Baswedan mengatakan jika kasus yang menjerat Ketua KPK Firli Bahuri ini bukan yang pertama kali.