AYOJAKARTA.COM - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus tindak korupsi.
Tak hanya Syahrul Yasin Limpo, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya yaitu Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta.
Dua tersangka tersebut merupakan bawahan Syahrul Yasin Limpo yang diduga ikut terlibat kasus korupsi ini.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompastv pada Jumat (13/10/2023), Johanis Tanak selaku Wakil Ketua KPK menyebut bahwa SYL memerintah bawahannya untuk mengumpulkan uang dari pejabat serta pegawai di kantornya.
“SYL menginstruksikan dengan menugaskan KS dan MH melakukan penarikan sejumlah uang dari unit eselon I dan eselon II dalam bentuk penyerahan tunai, transfer rekening bank hingga kemudian dalam bentuk barang maupun jasa,” kaya Johanis Tanak.
“Sumber uang yang digunakan di antaranya berasal dari realisasi anggaran Kementerian Pertanian yang sudah di markup termasuk permintaan uang pada vendor yang mendapatkan proyek dari Kementerian Pertanian,” lanjutnya.
Atas arahan SYL, Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta kemudian mengumpulkan sejumlah uang dengan besaran nilai yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Ketum PSI Kaesang Pangarep Bertemu Prabowo Subianto, Benarkah Bentuk Deklarasi Dukungan?
Wakil KPK menyebut bahwa besaran nilainya mulai dari USD 4.000 sampai dengan USD 10.000.
Johanis Tanak juga mengungkap bahwa SYL menikmati uang hasil korupsi tersebut untuk kepentingan pribadi.
Yakni untuk membayar cicilan kartu kredit dan membayar cicilan mobil milik SYL.
“Penggunaan uang oleh SYL yang juga diketahui KS dan MH antara lain untuk pembayaran cicilan kartu kredit dan cicilan pembelian mobil Alphard milik SYL,” terangnya.
Wakil KPK menyebut bahwa uang yang digunakan oleh SYL dengan koleganya berjumlah sekitar Rp 13,9 miliar.
“Sejauh ini uang yang dinikmati SYL bersama-sama dengan KS dan MH sejumlah Rp 13,9 miliar,” kata Johanis Tanak.***

Share this article
KPK mengungkapkan Syahrul Yasin Limpo atau SYL memakai uang korupsi untuk bayar cicilan mobil dan kartu kredit.