MA Sebut Kasus Jessica Wongso alias Kopi Sianida Bisa Dibuka Kembali, Asalkan...

MA Sebut Kasus Jessica Wongso alias Kopi Sianida Bisa Dibuka Kembali, Asalkan... (TikTok @podcastmoviee)
MA Sebut Kasus Jessica Wongso alias Kopi Sianida Bisa Dibuka Kembali, Asalkan... (TikTok @podcastmoviee)

AYOJAKARTA.COM - Kasus kopi sianida yang sudah tujuh tahun berlalu, kini kembali ramai diperbincangkan publik di berbagai platform media sosial.

Dirilisnya dokumenter Netflix bertajuk Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso tentang kasus kopi sianida membuat topik kematian Mirna Salihin menjadi sebuah teka-teki baru.

Kini publik kembali geger dibuat penasaran karena banyak berbagai pendapat terkait kasus kopi sianida, apakah Jessica Wongso benar-benar pembunuh Mirna Salihin?

Baca Juga: Upaya Otto Hasibuan Ajukan PK: Apakah Kasus Jessica Wongso Bisa Dibuka Kembali?

Bahkan kini banyak media yang menyoroti Jessica Wongso dengan menghadirkan pembicara yang terlibat dalam penanganan kasus kopi sianida.

Terbaru, acara catatan demokrasi di YouTube tvOneNews menghadirkan tokoh-tokoh penting dalam penanganan kasus ini mengungkap berbagai penjelasan yang perlu diketahui publik.

Salah satunya, yang membuat publik bertanya-tanya apakah kasus Jessica Wongso alias kopi sianida ini bisa dibuka kembali?

Baca Juga: Ungkap Jessica Wongso Bukan Pembunuh Mirna, Wirang Birawa Kebanjiran Teror

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) RI, Sobandi menegaskan bahwa proses peradilan untuk menegakkan keadilan Jessica Wongso sudah selesai.

"Penyidikan, penuntutan, bahkan putusan upaya hukum biasa, pengadilan tingkat pertama, banding di kasasi, dan upaya hukum luar biasa kasasi telah menyatakan bahwa Jessica Wongso terbukti secara sah bersalah dan melakukan tindakan pidana pembunuhan berencana," kata Sobandi.

Menurutnya, hakim telah mempertimbangkan alat-alat bukti di persidangan yakni minimal dua alat bukti dan keyakinan.

Baca Juga: Sempat Kawal Sidang Jessica Wongso 7 Tahun Lalu, Ashanty Ngaku Sempat Kesal dengan Kesaksian dr Djaja, Kini...

Lebih lanjut, Sobandi selaku pembicara dari Mahkamah Agung di acara catatan demokrasi yang dihubungi melalui virtual, menyebutkan bahwa kasus Jessica Wongso bisa dibuka kembali melalui peninjauan kembali kedua.

"Dapat, atau memungkinkan dibuka kembali yaitu dengan peninjauan kembali kedua," tegas Sobandi,

"Tentu ada pintu masuk untuk peninjauan kembali kedua, atau syaratnya," lanjutnya.

Baca Juga: Pakar Hukum Jawab Pertanyaan Soal Kemungkinan Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso Disidang Ulang

Sobandi lalu menjelaskan di mana jika ingin kasus kopi sianida dibuka kembali, harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

"Yaitu ada putusan yang berkekuatan hukum tetap terhadap objek yang sama tentunya dalam hal ini perkara Jessica, baik perkara pidana, perdata atau tata usaha negara," tambahnya.

Maka, melalui informasi tersebut kasus Jessica Wongso alias kopi sianida memungkinan untuk dibuka kembali dengan cara yang telah dijelaskan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) RI. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Jessica Wongso
# kopi sianida
# Mahkamah Agung
# MA
# Mirna Salihin
# kasus

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.