AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian Wayan Mirna Salihin akibat kopi sianida kini kembali menjadi perbincangan usai film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso dirilis Netflix.
Setelah film tersebut rilis, kini muncul berbagai informasi mengenai Jessica Wongso ketika menghadapi kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin.
Sebelumnya Kuasa Hukum Jessica Wongso, Otto Hasibuan, menyampaikan bahwa kliennya pernah dihipnotis saat berada di Polda.
Mengenai hal tersebut, Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy membantah jika Jessica Wongso pernah dihipnotis.
Eddy mengatakan bahwa ia pernah berbincang dengan seorang Kriminolog bernama Prof Ronny Nitibaskara mengenai Jessica.
Prof Ronny Nitibaskara pernah mengungkapkan bahwa Jessica memiliki kepribadian ganda dan sulit dideteksi dengan lie detector secanggih apapun.
Baca Juga: Segini Jumlah Kenaikan Kekayaan Sandhy Handika, Jaksa yang Tangani Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso
“Sayangnya ketika Netflix mengangkat film Ice Cold ini, Prof Ronny Nitibaskara itu sudah meninggal. Dia narasumber yang ketika saya akan memberikan keterangan ahli saya berdiskusi banyak dengan Prof Ronny, saya juga membaca BAPnya. Ada satu pernyataan dari Prof Ronny begini bahwa dia (Jessica) memiliki kepribadian ganda yang bisa baik tapi kadang bisa marah tanpa sebab dan lain sebagainya,” kata Eddy dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (10/10/2023).
“Tetapi yang betul-betul saya garis bawahi dari pernyataan Ronny Nitibaskara adalah bahwa orang seperti Jessica ini kita menggunakan lie detector secanggih apapun tidak akan terdeteksi,” sambungnya.
Eddy menegaskan bahwa informasi yang menyebut Jessica pernah dihipnotis adalah kebohongan belaka.
Selain itu, Eddy juga menjelaskan bahwa polisi sama sekali tidak menggunakan lie detector selama pemeriksaan.
“Katanya dia dihipnotis dan sebagainya tuh bullshit. Tapi yang saya bantah ketika itu sel tikus, dihipnotis. Polisi saja tidak menggunakan lie detector karena dalam pemeriksaan,” jelasnya.
Eddy menuturkan karena Prof Ronny Nitibaskara menyebut Jessica memiliki kepribadian ganda, maka kepolisian tidak menggunakan lie detector.
Baca Juga: Otto Hasibuan Berniat Ajukan PK terkait Kasus Jessica Wongso, Ada Kemungkinan Bebas?
Ia kembali menegaskan bahwa polisi sama sekali tidak menggunakan ahli hipnotis karena pemeriksaan dilakukan dengan cara-cara yang profesional.
“Oleh karena pernyataan Prof Ronny seperti itu ya tidak ada gunanya menggunakan lie detector. Tidak ada menggunakan ahli hipnotis, jadi semua dengan cara-cara yang profesional,” tutupnya.***

Share this article
Wamenkumham Eddy bantah soal hipnotis Jessica Wongso, justru ungkap terdakwa kopi sianida itu punya kepribadian ganda.