AYOJAKARTA.COM - Acara diskusi Anies Baswedan dengan relawan yang seharusnya akan digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) terpaksa dibatalkan.
Pembatalan secara sepihak diskusi Anies Baswedan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) ini disayangkan oleh relawan.
Penguncian Gedung Indonesia Merdeka (GIM) untuk Anies Baswedan tentu dianggap sebagai preseden buruk bagi pemerintah dalam membungkam kegiatan di ruang publik.
Hal itu disampaikan Ketua BaleAmin Jabar, Maman Imanulhaq dikutip ayojakarta.com dari ayobandung.com, Senin (9/10/2023).
Baca Juga: Kampanye di Pesantren Bakal Dibatasi, Begini Tanggapan Anies Baswedan
Menurutnya, gedung tersebut adalah situs bersejarah yang dapat digunakan untuk mengeluarkan pendapat bagi publik.
“Gedung Indonesia Menggugat selayaknya sebagai situs bersejarah adalah ruang publik. Di mana publik bisa melakukan kegiatan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat sebagaimana dijamin oleh konstitusi," kata Maman Imanulhaq.
Pembatalan sepihak ini dianggap menyakiti perjuangan para aktivis prodemokrasi karena pada dasarnya kegiatan diskusi kebangsaan telah dijamin konstitusi.
"Hanya karena yang datang kebetulan adalah salah satu bacapres yang diminta berpendapat soal perubahan bangsa saat ini, sepertinya ada yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran sosok pengusung perubahan ini," ujarnya.
Baca Juga: Bertemu Presiden Jokowi untuk Pamit, SYL Minta Maaf Soal Ini
Diketahui, bahwa pihak panitia telah memiliki izin tertulis untuk menggelar acara pada gedung tersebut yang diberikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat melalui pengelola tempat yaitu UPTD Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat.
Sehingga panitia pelaksana acara juga telah menyiapkan berbagai persiapan agar dapat berjalan lancar.
Namun, siapa sangka pada Sabtu 7 Oktober 2023 malam secara mendadak panitia mendapat kabar dari pegawai Disparbud Jabar yang menyampaikan secara lisan dengan mengatakan bahwa acara diskusi harus dibatalkan.
Baca Juga: Anies Baswedan Tak Boleh Pakai Gedung GIM, Kota Bandung Belum Merdeka untuk Kebebasan Berbicara?
Pemberitahuan dilakukan hanya beberapa jam sebelum acara dimulai dan disampaikan tanpa melalui keterangan tertulis.
Akhirnya, Anies Baswedan terpaksa melakukan kegiatan pertemuan bersama relawan Change Indonesia secara lesehan di halaman GIM.
Padahal semestinya acara tersebut digelar di bagian dalam Gedung Indonesia Menggugat (GIM) karena telah mengantongi izin.
"Kita ingin gunakan gedung, ternyata gedung yang bisa digunakan di zaman Belanda, sekarang tidak bisa digunakan. Artinya kita harus teguh, kesetaraan harus dikembalikan," kata Anies Baswedan.***

Share this article
Kebebasan berbicara di Jabar dipertanyakan setelah Gedung Indonesia Menggugat (GIM) menutup pintunya untuk Anies Baswedan.