AYOJAKARTA.COM – Terus merosot, elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai bakal capres dan cawapres di Pilpres 2024 terus jadi sorotan.
Apalagi Anies Baswedan merupakan satu-satunya bakal capres yang sudah mendeklarasikan cawapresnya.
Namun setelah mendeklarasikan Cak Imin sebagai cawapresnya, elektabilitas Anies Baswedan justru makin merosot dibanding Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Muncul tudingan dan spekulasi terkait berbagai penyebab merosotnya elektabilitas Anies Baswedan tersebut.
Baca Juga: Pertemuan Jokowi dan SBY Jadi Sorotan! Pengamat: Tunjukan Kemampuan Menjinakan Lawan Politik
Salah satu tudingan penyebab elektabilitas Anies Baswedan merosot adalah karena ia disebut memiliki basis pemilih yang dekat dengan PKS.
Sementara PKB yang merupakan partai dari cawapresnya atau Cak Imin mengantongi mayoritas suara NU.
Padahal kedua basis suara ini yakni PKS dan PKB kerap kali dipersepsikan memiliki paham yang bertentangan.
Namun La Ode Basir selaku Koordinator Presidium Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES), membantah hal itu sebagai penyebab merosotnya elektabilitas Anies Baswedan.
Baca Juga: Dialog di Purwokerto, Anies Baswedan Bahas Soal Pengaruh Budaya KPOP
Dalam pernyataannya, La Ode menyebut siapapun berhak memberikan asumsi atau penafsiran masing-masing.
Akan tetapi La Ode meyakinkan bahwa persepsi yang beredar di publik sangat berbeda dengan realita di lapangan.
“Saya yang di lapangan, saya ini NU sangat berbeda dengan apa yang disampaikan tadi,” terang La Ode dikutip ayojakarta.com dari Suara.com pada Rabu (4/10/2023).
Bahkan La Ode mengklaim dirinya sudah berkeliling ke sejumlah wilayah termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur sejak era Jokowi dan Jusuf Kalla.
Dari pengamatannya di lapangan langsung, La Ode melihat ada perubahan besar yang dibawa Anies Baswedan dan Cak Imin, bahkan menurutnya gejolaknya lebih besar dari Jokowi dan JK dulu.
“Semangatnya itu beda sekali bahkan lebih hebat dari Jokowi-JK,” jelasnya.***
Share this article
Berikut ini bantahan koordinator terkait penyebab elektabilitas Anies Baswedan yang terus merosot diduga karena belum bersatunya kedua kubu.