AYOJAKARTA.COM – Selain mengikuti acara Jalan Gembira dan ziarah ke makam Pangeran Diponegoro, Anies Baswedan juga menemui mahasiswa.
Bertempat di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 25 September 2023, capres Anies Baswedan menggagas tentang Satu Indonesia Satu Ekonomi.
Dalam sambutannya Anies Baswedan sempat menyinggung tentang kunjungannya ke Unhas ketika masih menjabat sebagai Mendikbud.
Baca Juga: Anies Baswedan Mendorong Peningkatan Anggaran Penelitian demi Kemajuan
Meski sudah berjalan belasan tahun lamanya, Anies mengaku senang berkesempatan mendatangi Unhas yang disebutnya semakin hijau.
Sebelum menjabarkan gagasan Satu Indonesia Satu Ekonomi, Anies memberikan sebuah pesan pembuka mengenai kepemimpinan.
Menurutnya, kepemimpinan merupakan suatu perjalanan pembelajaran, karena dalam setiap urusan dan persoalan terdapat pembelajaran.
“Setiap eksposur itu adalah proses pembelajaran, karena itu ketika ditugasi menjadi calon presiden saya memandangnya sebagai learning journey,” ungkap Anies.
Dan karenanya, Anies selalu membuka kesempatan dan peluang untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika mendapat undangan dari kampus.
Sebab Anies menambahkan, kampus sudah saatnya memainkan peran sebagai sumber gagasan untuk dijalankan oleh negara.
Baca Juga: Ini Langkah Pertama Anies Baswedan Menuju Pilpres 2024: SKCK Diterbitkan oleh Baintelkam Polri
“Sudah saatnya pula kampus mengungkapkan pikiran ketika terjadi hal-hal yang menyimpang di luar sana,” imbuh Anies.
Hal tersebut dinilai sangat penting, sebab kampus menurut Anies merupakan penjaga arah perjalanan Republik Indonesia.
Dalam menjaga kehormatan Indonesia, Anies meminjam istilah yang menjadi prinsip hidup masyarakat Sulawesi, Siri’ Na Pacce.
“Artinya di masyarakat kita pegang makna kehormatan itu dijunjung tinggi, dan saya rasa kehormatan bangsa Indonesia harus dijunjung tinggi,” terang Anies.
Berbekal prinsip ini, Anies kembali menegaskan akan pentingnya sebuah kehormatan sehingga tidak menjadi bangsa inferior atau rendahan dari bangsa lain.
Salah satu bentuk memegang kehormatan adalah dengan memiliki keberanian, sebagaimana dicontohkan para pelaut Sulawesi.
Baca Juga: Bahas Tentang Pembangunan, Anies Baswedan Ingin Prioritaskan Kesejahteraan
Berpijak pada refleksi perjuangan bangsa Indonesia hingga sampai hari ini, kepemilikan bahasa persatuan merupakan harta yang tidak ternilai.
Dengan adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, setiap suku bangsa di Indonesia tetap bisa berkomunikasi efektif tanpa perlu penerjemah.
Melalui hal sesederhana bahasa, sudah sepantasnya bangsa Indonesia menjadi kiblat bagi bangsa-bangsa lain di dunia.
“Kalau tidak punya bahasa persatuan, jangan harap punya angkatan bersenjata yang kuat, karena tidak mungkin Komandan Pasukan pakai Penerjemah,” jelas Anies.
Terkait dengan hal tersebut, maka Anies menilai pentingnya bangsa Indonesia untuk memiliki satu perekonomian.
Dengan adanya Satu Indonesia Satu Ekonomi, maka prinsip kesetaraan akan menjadi kekuatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Harus dipertahankan dengan satu kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Anies seperti dikutip Ayojakarta pada Selasa, 26 September 2023 dari Kompas TV. ***

Share this article
Anies Baswedan menggagas konsep "Satu Indonesia Satu Ekonomi" dengan tujuan memperkuat kesatuan dan kesetaraan di Indonesia.