AYOJAKARTA.COM – Hasil survei elektabilas masing-masing bakal Capres terus menerus menunjukkan Anies Baswedan berada di posisi ketiga.
Hal ini banyak dipertanyakan kepada Anies Baswedan maupun Koalisi Perubahan sebagai partai-partai pendukungnya.
Karena posisi survei elektabilitas Anies Baswedan dinilai mengkhawatirkan dan terlihat sulit untuk bisa memenangkan Pilpres.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, 24 Juli 2023, Juru Bicara Koalisi Perubahan untuk Persatuan Sudirman Said sendiri mengakui bahwa tidak ada partai yang ingin mendukung bakal Capres yang potensi untuk menangnya sedikit.
Atau dengan kata lain bakal Capres tersebut memiliki lebih banyak potensi untuk kalah. Jika seorang bakal Capres terlihat tidak berpotensi maka akan sangat sulit untuk mendapat dukungan dari partai.
“Jadi kalau ukurannya adalah mana ada partai yang mengusung orang yang potensi menangnya sedikit,” ujar Sudirman Said.
Baca Juga: Anies Baswedan Bongkar Kriteria Cawapresnya, Harus ‘Nomor Nol’ Ternyata Ini Maksudnya
Karena salah satu syarat persyaratan formal untuk menjadi Cawapres adalah mendapat dukungan dari partai dengan nilai minimal dukungan.
Meskipun Anies Baswedan selalu berada di rangking 3 dalam hasil survei elektabilitas tetapi dengan tenang Sudirman Said menyampaikan bahwa belum tentu hasil survei tersebut sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
Berbeda dengan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto secara bergantian berebut posisi ranking 1 dalam survei elektabilitas.
Namun menurut Sudirman Said, banyak pendukung organik untuk Anies Baswedan yang muncul tanpa perlu dimobilisasi.
“Tumbuhnya relawan organik dimana-mana tanpa dimobilisasi mereka bikin kelompok sendiri, bikin kaos sendiri, bikin atribut sendiri, bergerak terus sampai hari ini,” kata Sudirman Said.
Ini merupakan aset yang sangat potensial untuk membuat Anies Baswedan dapat memenangkan Pilpres dan menjadi Presiden Indonesia periode selanjutnya.
Sudirman Said tidak merasa khawatir hanya dengan hasil survei elektabilitas karena sebelumnya Anies Baswedan juga pernah mengalami hal serupa.
Jika Anies Baswedan merasa dijegal oleh beberapa pihak termasuk oleh pemerintah, pada tahun 2017 saat Anies mencalonkan diri menjadi Cagub DKI Jakarta, ia juga merasa dihambat oleh media, lembaga survei dan bahkan pemerintah.
Namun ternyata upaya untuk menghambat dirinya tidak membuahkan hasil karena Anies Baswedan tetap terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada saat itu.
Menurut penyampaian dari Sudirman Said bisa disimpulkan bahwa pihak Anies Baswedan menilai bahwa hasil dari suvei elektabilitas bisa jadi merupakan salah satu strategi untuk menjatuhkan Anies.

Share this article
Hasil survei elektabilas masing-masing bakal Capres terus menerus menunjukkan Anies Baswedan berada di posisi ketiga.