AYOJAKARTA.COM - Di tengah maraknya kasus korupsi, Iskandar Sitorus selaku Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) menyebut Indonesia adalah negara yang sulit bangkrut.
Hal tersebut disampaikan Iskandar Sitorus saat menjadi bintang tamu di YouTube Uya Kuya TV.
Mengapa Indonesia Audit Watch (IAW) menyebut Indonesia sebagai negara yang sulit bangkrut?
Iskandar Sitorus mengatakan bahwa tiga tahun terakhir Badan Pemeriksa Keuangan telah mendeteksi adanya ‘uang hitam’ beredar di Indonesia.
“Kurang lebih tiga tahun itu di badan-badan pemeriksa keuangan kemudian di beberapa aparat lain seperti PPATK sudah mendeteksi sebesar uang putih itulah beredar uang hitam,” kata Iskandar Sitorus.
Ia mengumpakan misalnya anggaran negara mencapai Rp 1800 sampai 2000 triliun, maka putaran uang hitam pun sebanyak uang tersebut.
Iskandar Sitorus mengatakan hal itu karena transaksinya tidak terdeteksi di Indonesia.
Dia menyebut bahwa berputarnya uang hitam sejajar dengan uang putih yang beredar.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Banyak Orang Baik yang Berpotensi Jadi Pemimpin: Tapi Mereka Dikerdilkan
Iskandar Sitorus menilai bahwa hal tersebut malah membuat ekonomi negara menjadi hidup.
“PPATK melihat gerakan-gerakan ini unik, kalaulah kita sistem keuangannya seperti di Amerika, maka terdeteksi kapan pembuatan uang nomor serinya kita kan nggak,” kata Iskandar Sitorus.
“Ini yang memudahkan di negara kita ini kalau ada seribu uang putih, ya seribu uang hitam sama-sama muter, tapi itu kata temen-temen. Alhamdulilah itu juga yang membuat negara kita ini hidup (ekonominya),” lanjutnya.
Fenomena itulah yang membuat Indonesia menjadi negara yang unik.
Baca Juga: Buka-bukaan! IAW Tunjukkan Asal Data Rafael Alun yang Gandeng Artis Dalam Dugaan TPPU
Iskandar Sitorus mencontohkan kondisi ekonomi negara-negara di Eropa yang sempat anjlok sedangkan Indonesia ekonominya tidak rubuh.
Hal itu disebut karena perputaran uang hitam sejajar dengan uang putih yang ada.
Itulah yang membuat Iskandar Sitorus menyebut Indonesia adalah negara yang anti atau sulit bangkrut.
“Makanya kita unik ketika negara sekelas Inggris rubuh ekonominya, negara-negara Eropa rubuh, kita nggak rubuh-rubuhkan, karena apa? uang putih terdeteksi yang tercatat seribu, tapi ada seribu yang berputar,” ucap Iskandar Sitorus.
“Jadi siapapun presidennya nggak usah ragu pasti makmur, susah (bangkrut) sepertinya,” katanya.***

Share this article
IAW menyebut Indonesia sebagai negara yang sulit bangkrut meski marak kasus korupsi, terungkap ternyata ini alasannya.