AYOJAKARTA.COM - Menko Polhukam Mahfud MD langsung bergerak cepat menyetorkan nama terduga pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Bareskrim Polri.
Mahfud MD Berharap dengan menyetorkan nama para terduga pelaku, maka sindikat TPPO dapat segera ditangkap.
Menurut Mahfud MD, nama dan target sudah dilaporkan kepada Bareskrim Polri agar segera ditindaklanjuti untuk dilakukan eksekusi.
Seperti diketahui, kasus TPPO tengah ramai menjadi perbincangan setelah 20 WNI korban TPPO di Myanmar dikabarkan disekap di wilayah pemberontak.
Baca Juga: Ini 5 Fakta Menarik Mahfud MD yang Diisukan Jadi Cawapres Dampingi Prabowo!
Mahfud MD mengaku akan memberikan sebuah terapi kejut atau shock therapy terhadap sindikat TPPO tersebut.
Ia mengaku akan menangkap terduga pelaku maupun penyalur yang telah dikantongi identitasnya tanpa menyebutkan nama dan lokasi penangkapannya.
Mahfud MD juga mengatakan bahwa hal itu akan dilakukan entah hari ini, besok atau minggu depan.
"Mungkin hari ini atau besok, atau minggu depan itu sudah kami lakukan," ucap Mahfud MD dikutip Ayojakarta.com dari Suara.com, Kamis (4/5/2023).
Baca Juga: Mahfud MD: Dalang Dibalik Sindikat TPPO Melibatkan Aparat Yang Tidak Bisa Disentuh Hukum
Dalam proses penyelesaian sindikat TPPO tersebut, Mahfud MD menyatakan bahwa akan menangkap pelakunya terlebih dahulu.
Setelah menangkap para pelaku barulah menyisir ke daerah-daerah dan pihak-pihak terkait yang diduga memiliki andil atas izin dan sebagainya.
"Ditangkap pelakunya dulu baru sesudah itu kami akan ke daerah-daerah. Di pemerintahan, Kemendagri, Kemenkumham, itu yang urusan paspor. Kemudian macam-macam izin di kepolisian, kepariwisataan dan sebagainya itu semua punya andil," kata Mahfud MD.
TPPO menurut Mahfud MD merupakan salah satu sindikat yang sangat keji karena orang-orang dipekerjakan layaknya budak.
Budak bukan sekedar budak, melainkan banyak yang hingga menelan korban dan tak diperlakukan layaknya manusia pada umumnya.
Ada yang sampai mati dan mayatnya dibuang begitu saja di laut.
"Begitu (korban) mau tanda tangan berbagai surat dia enggak baca lalu diberi paspor kirim ke luar negeri lalu jadi budak tidak digaji. Ada yang bekerja di kapal-kapal sampai mati, ada yang dibuang ke laut, ada yang kapalnya dikejar-kejar oleh aparat dan sebagainya," ungkap Mahfud MD.
TPPO di Indonesia menurutnya sudah memakan banyak korban sehingga dari situlah pemerintah sudah menyatakan melawan dengan tegas kejahatan tersebut.
Baca Juga: Ngeri! Mahfud MD Intensif Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang: Kasus TPPO Gila-gila Lo!
Terutama yang menjadi perhatian adalah kasus 20 WNI korban TPPO yang berada di Myanmar.
Para WNI tersebut berada di daerah konflik sehingga masih sulit untuk menjangkau dan melakukan tindakan diplomatik atas mereka.
“Karena mereka terjebak dalam satu situasi konflik sehingga kita sulit masuk dan menentukan satu per satu secara diplomatik, secara hubungan antarnegara, ujar Mahfud MD.
Namun bagi korban TPPO yang berada di negara lain yang masih bisa dilacak dan dibicarakan secara diplomatik maka akan dibantu dan dijemput untuk pulang.
“Nah, yang di negara-negara lain sejauh bisa dilacak ya kita jemput kita pulangkan," lanjutnya.***

Share this article
Menko Polhukam Mahfud MD setor nama pelaku TPPO serta penyekapan 20 WNI di daerah konflik di Myanmar.