AYOJAKARTA.COM - Jelang Pemilu tahun 2024 mendatang, beberapa nama calon presiden (cawapres) sudah mulai ramai diperbincangkan.
Salah satunya adalah Prabowo Subianto yang telah maju menjadi calon Presiden (cawapres) pada Pemilu 2024 mendatang.
Kemudian muncul pula nama-nama yang kemungkinan akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto.
Baca Juga: Benarkah Tanggal 6 Mei 2023 Hari Raya Waisak? Kemenag Beri Penjelasan: Sudah Diputuskan Bersama
Kabarnya Prabowo subianto sudah memiliki beberapa kriteria sosok yang akan mendampinginya pada Pilpres tahun 2024 mendatang.
Bahkan ia telah menyiapkan nama cawapres yang akan menjadi pendampingnya pada Pilpres pada tahun 2024 nanti.
Akan tetapi saat namanya digadang-gadang akan menjadi cawapres pasangan Prabowo Subianto, Mahfud MD menyebut bahwa dirinya tidak berkomentar.
Dengan alasan saat ini Mahfud MD sebagai petugas penjaga agar Pemilu berjalan lancar.
"Sayakan tidak termasuk yang mengomentari itu, karena saya petugas yang harus menjaga pemilu ini berjalan lancar sesuai dengan jadwal," ucap Mahfud MD dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews.
Bahkan terkesan Mahfud MD membiarkan perbincangan tentang dirinya yang ramai di media sosial hingga LSM dan ormas.
"Di medsos (media sosial) yang ramai, medsos, media, termasuk LSM, ormas-ormas ya biarkan saja," ujar Mahfud MD.
Berikut 5 fakta menarik dari Mahfud MD yang saat ini merupakan Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Ham (Menkopolhukam).
1. Pernah Menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan Menteri Pertahanan.
Mahfud MD menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi mulai tahun 2008 sampai 2013.
Sementara sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja Indonesia Hebat ia menjabat mulai tahun 2014 sampai 2019.
Baca Juga: Ngaku Nabi, Pelaku Penembakan Kantor MUI Ini Ternyata Pernah Serang Kantor DPRD Lampung
2. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
Mahfud MD adalah seorang pengajar dan guru besar hukum Tata Negara di Fakultas Hukum UII Yogyakarta sebelum menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Bahkan ia meraih gelar doktornya di Universitas Gajah Mada pada tahun 1993.
3. Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (MDA)
Mahfud MD menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung mulai tahun 2002 sampai 2008.
Bahkan sebelumnya Mahfud MD telah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung mulai tahun 1995 hingga 2002.
Baca Juga: Viral Aksi Heroik Tim PKJR Sigap Ganjal Ban Bus yang Alami Rem Blong Saat Lewat Sitinjau Lauik
4. Guru Besar Termuda
Mahfud MD merupakan guru tetap Fakultas Hukum UII, dan ia dosen pertama yang meraih gelar doktor pada tahun 1993, menjadi Guru Besar pada usia 41 tahun.
Lalu, ia melompat jabatan dari asisten ahli ke lektor madya, menyalip seniornya pada waktu itu, dirinya dikukuhkan menjadi guru besar setelah mengabdi sebagai dosen UII selama 12 tahun.
5. Pernah batal jadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jokowi
Pada Pemilu Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 Mahfud MD diminta menjadi Cawapres Jokowi pada tanggal 9 Agustus 2018.
Padahal Mahfud MD sudah diminta standby sejak tanggal 8 Agustus 2018 malam, tidak hanya mengirim Curriculum Vitae (CV) dirinya diminta mengukur kemeja putih pada tanggal 9 Agustus 2018.
Baca Juga: Ngaku Nabi, Pelaku Penembakan Kantor MUI Ini Ternyata Pernah Serang Kantor DPRD Lampung
Mahfud MD menyatakan telah bersedia mendampingi Jokowi, dengan 3 alasan.
Diantaranya panggilan sejarah, kepercayaan Jokowi kepadanya dan elektabilitas Jokowi sangat bisa untuk menang.
Akan tetapi, dalam waktu cepat nama Cawapres Jokowi berubah, yang mana ia umumkan Rais Aam PBNU dan Ketua MUI Ma'ruf Amin sebagai Cawapres pendampingnya.
Demikian 5 fakta menarik dari seorang Mahfud MD, yang namanya digadang-gadang cocok menjadi cawapres Prabowo Subianto.***

Share this article
Menkopolhukam, Mahfud MD kabarnya akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto.