AYOJAKARTA.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Satori turut menanggapi soal cara peribadatan yang dilakukan oleh Ponpes Al Zaytun Indramayu saat melaksanakan salat Idul Fitri 1444 Hijriah.
KH Satori menyebutkan cara peribadatan pondok pesantren Al Zaytun memang cukup mengundang kontroversi, sebab sempat beredar dalam media sosial ada jamaah perempuan Ponpes Al Zaytun berbaur di barisan depan jamaah laki-laki.
Selain itu, shaf salat Idul Fitri yang dilakukan oleh Ponpes Al Zaytun terlihat renggang dan tidak merapatkan barisan.
"Al Zaytun itu pondok pesantren yang eksklusif, jadi kami warga masyarakat Indramayu sesungguhnya ya tidak aneh dengan perlakukan Al Zaytun itu tentang apapun, sebab memang Al Zaytun itu tidak sama dengan kita sehari-hari," kata KH Satori, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (25/4/2023).
Adapun terkait tata cara salat Idul Fitri 1444 H di Ponpes Al Zaytun, KH Satori menjelaskan bahwa secara syariat, semestinya jamaah perempuan tidak diperbolehkan di depan barisan jamaah laki-laki.
Menurutnya, apapun jabatan atau status yang dipegang oleh perempuan seharusnya tetap di belakang jamaah laki-laki ketika melaksanakan shalat berjamaah.
"Terkait salat itu dilakukan seperti itu, sekalipun bicara sah ya sah-sah saja. hanya tidak sesuai dengan syariat-syariat yang dilakukan oleh kita secara umum umat Islam," ujar Satori.
Selain itu, Satori menegaskan bahwa ketika salat berjamaah maka seharusnya shaf salat diluruskan dan dirapatkan. Hal ini dilakukan lantaran pandemi Covid 19 sudah berakhir,
"Shaf itu yang paling utama adalah lurus dan rapat, tidak berjarak kecuali dalam udzur kemarin (pandemi covid 19) sekarangkan tidak lagi," kata Satori.
Baca Juga: Sudah Waktunya Ibadah tapi Terjebak Kemacetan? Begini Hukum dan Tata Cara Salat di Dalam Kendaraan
"Lalu kemudian, urut-urutan shaf itu laki-laki yang di depan, perempuan harus ada di belakang laki-laki apapun statusnya, apakah dia ketua yayasan atau sebagainya," Tambahnya.
Untuk diketahui, jagat dunia maya kini sedang digegerkan dengan beredarnya foto kegiatan salat Idul Fitri yang dilakukan oleh Ponpes Al Zaytun Indramayu pada beberapa waktu lalu.
Pasalnya, dalam foto tersebut terlihat shaf berjamaah berjarak, belum lagi terdapat jamaah perempuan berbaur di posisi shaf terdepan di antara laki-laki.
Sontak saja, foto yang beredar di akun @kepanitiaanalzaytun menjadi sorotan publik dan memicu kontroversi.***

Share this article
MUI Indramayu mengatakan atat cara salat id di Ponpes Al Zaytun dibilang sah, sah saja tapi tidak sesuai dengan syariat Islam.