AYOJAKARTA.COM -- Berita kepadatan arus mudik Lebaran 2023 telah banyak berseliweran di media sosial.
Tak hanya itu, beberapa titik mengular hingga timbulkan kemacetan yang membuat para pemudik berjam-jam berada di dalam kendaraan.
Beberapa kegiatan pun akhirnya menjadi tersendat salah satunya adalah ibadah salat wajib.
Baca Juga: Curhat Warga Palembang Salat Idul Fitri Telat Gegara Nunggu Pejabat: Kecewa Tak Ada Minta Maaf!
Meskipun Allah telah banyak memberikan keringanan berupa melakukan jama, namun ada salah satu cara lainnya agar kita tetap bisa mengerjakan salat fardhu di dalam kendaraan.
Kendati demikian yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah bagaimana hukumnya dan tata cara mengerjakan shalat di dalam kendaraan?
Dikutip AyoJakarta.com dari laman suara.com (22/4/2023), mengacu pada sebuah hadits dari Jabir bin Abdillah r.a., "Rasulullah SAW melaksanakan sholat sunnah di atas kendaraan tanpa menghadap kiblat" (HR. Bukhari 1094), para ulama memperbolehkan shalat saat berada di dalam kendaraan.
Namun meski diperbolehkan terdapat beberapa tata cara dan syarat untuk menjalankan ibadah shalat di dalam mobil.
Baca Juga: Pandemi Mereda, Apakah Masih Boleh Salat Idul Fitri di Rumah? Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasannya
Berikut ini adalah tata cara salat di dalam kendaraan:
- Posisi duduk tegak dan diperbolehkan untuk bersandar di kursi,
- Arahkan pandangan ke depan bagian bawah,
- Takbiratul Ihram dan dilanjutkan membaca doa Iftitah, surat Al-Fatihah dan membaca surat pendek dalam Al-Quran,
- Rukuk dengan sedikit menundukkan badan,
- I’tidal dilakukan dengan posisi punggung lurus seperti dalam posisi duduk,
- Sujud dilakukan dengan membungkukan badan lebih rendah saat ketika rukuk,
- Duduk diantara dua sujud kembali ke posisi awal,
- Lakukan cara yang sama pada rakaat selanjutnya. salam dilakukan dengan menengok ke kanan dan ke kiri.
Baca Juga: Beredar Foto Salat Idul Fitri Pesantren di Al-Zaytun, Netizen Keheranan karena Hal Tak Biasa Ini
Akan tetapi meskipun diperbolehkan, terdapat beberapa syarat yang harus diketahui sebelum melaksanakan shalat di dalam mobil.
Salah satunya adalah khawatir tertinggal waktu salat fardhu seperti maghrib ke isya, padahal waktu tidak memungkinkan untuk berhenti shalat.
Demikian adalah tata cara salat fardu yang dapat menjadi panduan saat sedang terjebak kemacetan panjang, namun khawatir tidak sempat menjalankan shalat.***(Ardiany Fitri Sholekah)

Share this article
Tak hanya itu, beberapa titik mengular hingga timbulkan kemacetan yang membuat para pemudik berjam-jam berada di dalam kendaraan.