AYOJAKARTA.COM – Kabar duka tengah dirasakan rakyat Indonesia khususnya bagi TNI karena beberapa anggota terbaiknya harus gugur melawan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Sebelumnya sudah dikabarkan ada satu orang yang gugur, kini informasi terbaru ada empat prajurit yang kembali gugur akibat ulah separatis bersenjata di Papua.
Gugurnya para prajurit TNI oleh KKB tidak lain saat melaksanakan misi operasi penyelamatan pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens.
Baca Juga: 10 Link Download MP3 Takbiran Idul Fitri Full Bedug, Lagu yang Cocok Diputar saat Lebaran
Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono mengungkapkan cara licik yang dipakai oleh KKB untuk menyergap 36 prajurit TNI.
Ia menjelaskan bahwa kelompok separatis di Papua menggunakan jebakan licik dengan cara memanfaatkan masyarakat khususnya perempuan.
Bahkan juga melibatkan anak-anak sehingga membuat prajurit TNI menjadi dilema.
“Dalam kontak tembak tersebut mereka memanfaatkan masyarakat dan juga anak-anak untuk mereka,” ujar Yudo Margono.
Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan 'Kapan Nikah' di Momen Lebaran Idul Fitri, Bijak Banget
“Jadi tembakan iya, kemudian dari masyarakat untuk menyerbu dengan pasukan kita,” sambungnya.
Atas kejadian tersebut, Panglima TNI menegaskan bahwa saat ini status operasi KKB Papua menjadi siaga tempur.
Hal tersebut merespon aksi dari KKB yang masih saja melakukan penyerangan terhadap aparat khususnya TNI.
“Kita rubah jadi operasi siaga tempur. Jadi kalau di TNI itu di Natuna sana itu ada operasi siaga tempur, kalau di sini ada operasi siaga tempur darat,” kata Panglima TNI Yudo Margono dalam keterangan persnya di Papua dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube tvOneNews, Jumat (21/4/2023).
Baca Juga: Mengetahui Asal Usul Ketupat, Makanan Khas saat Lebaran yang Sarat akan Makna Kehidupan
“Artinya ditingkatkan menghadapi serangan (KKB). Tadinya soft approach, dengan hadapi serangan yang seperti ini pada tanggal 15 April lalu,” sambungnya.
Yudo mengatakan bahwa berubah status menjadi siaga tempur saat ini untuk membuat naluri tempur para prajurit TNI terbangun.
Lebih lanjut dirinya juga mengungkapkan bahwa adanya aksi tersebut tak serta merta membuat pihak TNI harus diam menghadapi situasi KKB yang semakin terus saja melakukan penyerangan.
Padahal menurut Panglima TNI selama ini pendekatan humanis yang dilakukan oleh pihak TNI-Polri namun dibalas dengan aksi penyerbuan oleh KKB.
Baca Juga: Simak Tips Irit Baterai HP saat Bepergian, Ingat Low Power Mode Aja Nggak Cukup!
Selama ini operasi teritorial dan komunikasi yang dilakukan namun ketika menghadapi situasi seperti sekarang ini maka harus dilaksanakan siaga tempur.
“Selama ini kita operasi teritorial, komunikasi sosial itu tetap dilaksanakan, tapi ketika menghadapi seperti ini ya harus laksanakan siaga tempur,” ujar Yudo Margono.
Apalagi saat ini sudah ada korban jiwa dari pihak TNI yang menewaskan prajurit. Sehingga menurutnya pendekatan humanis tidak bisa diterapkan lagi kepada KKB Papua.
Baca Juga: Cara Sukses Ajukan Lamaran hingga Interview di BUMN, Siap Jadi CPNS?
Meskipun demikian, Panglima TNI menyebut bahwa upaya humanis masih akan tetap dilakukan oleh TNI kepada masyarakat Papua namun tidak berlaku untuk kelompok separatis bersenjata.
“Kalau KKB melakukan penyerangan kontak senjata masa kita humanis, ya habis kita. Humanis itu kalau ada masyarakat yang bersama-sama menjaga daerahnya,” ucap Yudo Margono.***

Share this article
4 prajurit TNI gugur dalam misi penyelamatan pilot Susi Air oleh kelompok kriminal bersenjata KKB di Papua, Panglima TNI ungkap hal ini