AYOJAKARTA.COM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan bahwa saat ini status operasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menjadi siaga tempur.
Hal tersebut merespon aksi dari KKB yang masih saja melakukan penyerangan terhadap aparat. Terbaru ada satu prajurit yang harus gugur usai baku tembak dengan KKB,
Terutama prajurit TNI yang saat ini tengah melakukan misi operasi penyelamatan pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens.
Baca Juga: 2 Personel TNI-Polri Gugur Diserang KKB Saat Menjaga Salat Tarawih di Puncak Jaya Papua
“Kita rubah jadi operasi siaga tempur. Jadi kalau di TNI itu di Natuna sana itu ada operasi siaga tempur, kalau di sini ada operasi siaga tempur darat,” kata Panglima TNI Yudo Margono dalam keterangan persnya di Papua dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube tvOneNews, Senin (18/4/2023).
“Artinya ditingkatkan menghadapi serangan (KKB). Tadinya soft approach, dengan hadapi serangan yang seperti ini pada tanggal 15 April lalu,” sambungnya.
“Kita tingkatkan siaga tempur pasukan kita, sehingga naluri tempur prajurit terbangun,” sambungnya.
Baca Juga: Susi Pudji Astuti berharap Pilot Susi Air Dibebaskan Tanpa Syarat Usai di Sandera oleh KKB di Wamena
Lebih lanjut Yudo mengungkapkan bahwa pihak TNI tidak bisa terus diam menghadapi situasi dari separatis KKB yang terus melakukan penyerangan.
“Selama ini kita operasi teritorial, komunikasi sosial itu tetap dilaksanakan, tapi ketika menghadapi seperti ini ya harus laksanakan siaga tempur,” ujarnya.
Yudo juga mengatakan bahwa pendekatan humanis yang awalnya ingin dilakukan oleh personel TNI-Polri malah dibalas dengan penghadangan kelompok separatis.
Sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak TNI yang menewaskan 1 prajurit. Maka dari itu menurutnya operasi secara humanis tidak tepat diterapkan kepada KKB.
Ia menyebut bahwa upaya humanis tetap akan dilakukan oleh TNI kepada masyarakat Papua namun tidak untuk kelompok separatis.
“Kalau KKB melakukan penyerangan kontak senjata masa kita humanis, ya habis kita. Humanis itu kalau ada masyarakat yang bersama-sama menjaga daerahnya,” ucap Panglima TNI.
Dalam penyampaiannya, Laksamana TNI Yudo juga mengungkapkan bahwa ada 36 personel yang mendapatkan penyerangan oleh KKB di Papua.
Namun dirinya menegaskan bahwa personel lainnya dalam keadaan sehat meskipun mengalami luka.
Selain itu ia juga menjelaskan bahwa ada 3 personil yang mengalami luka tembak dan lainnya mengalami luka-luka tergores akibat menjangkau medan yang cukup berat.
Baca Juga: KKB Jadi Pelaku Pembakaran Pesawat Susi Air? Ini Penjelasan Kapolda Papua
Sebelumnya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengancam akan membalas dendam kepada para pasukan baik itu TNI maupun Polri.
Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom mengungkapkan bahwa akibat adanya serangan terhadap warga sipil maka pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan upaya balas dendam.
“TNI dan Polri menyerang warga sipil pada 23 Maret. Karena itu pasukan TPNPB menyatakan akan membalas dendam dan itu sudah dimulai,” kata Sambom sambil menyatakan bahwa pertempuran masih akan tetap berlanjut pada Minggu (16/4/2023).***

Share this article
Panglima TNI Yudo Margono mengungkapkan bahwa ada 36 personel yang mendapatkan penyerangan oleh KKB di Papua.