AYOJAKARTA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK semakin menjadi sorotan media setelah adanya kisruh di kalangan internal.
Pencopotan Brigjen Endar serta pelaporan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi juga kebocoran dokumen kasus korupsi, ditengarai menjadi penyebab kekisruhan.
Sejalan dengan perkembangan polemik di dalam tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut, Kinerja Dewan Pengawas atau Dewas-pun diharapkan.
Terkait dengan kinerja Dewan Pengawas, Abraham Samad yang merupakan Ketua KPK Periode 2011-2015 memberi tanggapan.
Menurut Abraham, kondisi yang terjadi di dalam tubuh KPK saat ini merupakan dampak dari kurang maksimalnya pemberian sanksi.
Adanya sikap permisif dari Dewan Pengawas KPK, membuat sejumlah oknum petinggi KPK justru berbuah persoalan sebagaimana hari ini.
“Pelanggaran etik itu tidak pernah diberikan sanksi yang maksimal, dan tegas oleh Dewan Pengawas, karena itu pelanggaran terus berulang,” jelas Abraham.
Baca Juga: Thanks iBox! Harga iPhone 11 Dibanting Jelang Lebaran 2023, Siap Kantongin Berapa?
Fungsi dari Dewan Pengawas masih diperlukan atau tidak, Abraham Samad menambahkan bahwa hal tersebut merupakan persoalan utama.
Objektivitas serta ketegasan Dewan Pengawas dalam persoalan ini, akan menjadi sangat menentukan akan fungsi dan peran Dewas.
“Kalau Dewasnya tidak memberi sanksi yang tegas, maka jangan heran setelah kasus ini akan terjadi lagi pelanggaran,” imbuh Abraham.
Lebih lanjut, Abraham Samad menambahkan bahwa akar persoalan yang terjadi di internal KPK merupakan dampak dari kurang adanya ketegasan dalam hal sanksi.
Sehingga membuat para pelaku pelanggaran sanksi tidak merasa jera dengan permasalahan yang dihadapinya.
Dampak dari perselisihan antara Brigjen Endar dengan Firli Bahuri, menurut Abraham dapat menyebabkan terganggunya proses pemberantasan korupsi.
“Dampaknya itu, pemberantasan korupsi akan terganggu dan akan mengalami penurunan,” jelas Abraham.
Namun demikian, Abraham menilai Dewan Pengawas terkesan kurang begitu optimis dan masih diselimuti keraguan terhadap peran pentingnya.
Hal tersebut dinilai usai Abraham mengadakan pertemuan langsung dan menyampaikan pesan penting kepada Dewas.
“Sebenarnya, Dewas ini kalau punya keberanian yang cukup kuat tidak perlu ada keragu-raguan sebenarnya,” ujar Abraham.
Keberanian dan ketegasan Dewan Pengawas KPK dalam persoalan yang kini berkembang akan menjadi tolok ukur tersendiri, menurut Abraham.
Dewan Pengawas memang dibutuhkan dan memiliki fungsi sebagaimana perannya, ataukah justru hanya sebatas pelengkap semata.
“Ini akan menjadi taruhan, apakah Dewas yang ada sekarang ini benar-benar yang kita harapkan, ataukah hanya pelengkap penderita,” pungkas Abraham.
Demikian pernyataan Ketua KPK Periode 2011-2015 yang dikutip Ayojakarta pada Selasa, 18 April 2023 dari akun Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Menurut Abraham, kondisi yang terjadi di dalam tubuh KPK saat ini merupakan dampak dari kurang maksimalnya pemberian sanksi.