AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi permintaan dari warganet yang meminta DPR dan partai politik dibubarkan.
Menurutnya hal tersebut merupakan pilihan yang sangat jelek jika sampai DPR dan partai politik (parpol) ditiadakan di Indonesia.
Ia menegaskan kembali bahwa lebih baik memiliki DPR dan parpol meskipun jelek daripada tidak memiliki DPR dan parpol di negara Indonesia.
“Bubarkan DPR bubarkan parpol, saudara itu adalah pilihan yang sangat jelek,” ujar Mahfud MD dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Masjid Kampus UGM, Rabu (5/4/2023).
“Saya ingin tegaskan daripada tidak ada DPR, daripada tidak ada parpol lebih baik kita hidup bernegara ini mempunyai DPR dan mempunyai parpol meskipun jelek,” imbuhnya.
Menko Polhukam kemudian memberikan penjelasan mengapa membubarkan DPR dan partai politik adalah pilihan yang kurang tepat.
Hal ini berkaitan dengan jika tidak ada lagi DPR dan partai politik maka negara akan berubah menjadi negara monarki.
Menurutnya jika berubah menjadi negara monarki maka akan ada potensi kesewenang-wenangan di negara apapun.
Jika sampai kewenangan ini terlalu besar maka rakyat tidak bisa berbuat apapun untuk mengontrol, berbeda dengan demokrasi yang masih ada sebagai kontrolnya.
Baca Juga: Berikan Pujian, Mahfud MD Sebut Sri Mulyani adalah Menkeu Terbaik, tapi.....
“Kalau negara berubah menjadi monarki, potensi kesewenang-wenangan di dalam negara apapun. Kalau monarki itu kesewenang-wenangannya besar,” kata Mahfud MD.
“Sementara masyarakat tidak punya peluang peluang untuk mengontrol,” sambungnya.
Menko Polhukam mencontohkan suatu peristiwa bersejarah Islam, pada saat sejarah kebangunan Khilafah Islam banyak pelanggaran dan kewenangan luar biasa yang banyak terjadi.
Sehingga banyak adanya pembunuhan terhadap para ulama yang terjadi pembunuhan terhadap para ulama di Khilafah Islam karena adanya perbedaan pendapat.
“Coba kalau demokrasi meskipun partainya jelek, bisa dia punya peluang konstitusi mengatakan gitu dalam situasi tertentu partai meskipun jelek ini bisa dipakai untuk memperbaiki negara,” ungkap Mahfud MD.
Menurutnya Indonesia tetap harus demokrasi, pilihannya partai dan DPR harus diperbaiki bersama-sama.
Selain itu partai politik menurut Menko Polhukam dibangun salah satunya untuk rekrutmen kepemimpinan bangsa sehingga parpol harus tetap ada di Indonesia tidak boleh dibubarkan.
Maka dari itu himbauan kepada masyarakat agar bersaing untuk memilih pemimpin yang benar dalam memilih wakil rakyat yang benar pula.
“Yang terakhir saudara, tidak ada partai politik itu jelek bener tidak ada partai politik itu yang baik bener. Di partai apapun ada orang baiknya tapi di partai apapun juga ada koruptornya,” ujar Mahfud MD.
“Oleh sebab itu ini yang harus diperbaiki dan bagi kaum muslimin karena partai politik itu sama fungsinya adalah untuk memperbaiki dan tidak ada kebaikan mutlak satu partai maka kita ini umat Islam itu boleh memilih partai apa saja,” tambahnya.***

Share this article
Mahfud MD menilai bahwa permintaan warganet agar DPR hingga parpol dibubarkan adalah pilihan yang sangat jelek, ini alasannya.