AYOJAKARTA.COM - Aktivitas erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada hari Sabtu (11/3/2023) membawa beberapa dampak bagi masyarakat sekitar gunung tersebut.
Salah satu adalah dampak yang ditimbulkan adalah hujan abu cukup lebat terjadi di wilayah Kabupaten Magelang.
Namun dibalik itu semua, sebuah fakta yang mencengangkan diungkapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Baca Juga: Andhi Pramono Kepala Bea Cukai Makassar: Rumah Mewah Milik Ortu dan Gaya Mewah Anak Tuntutan Fashion
Dikutip dari akun Instagram @dongenggeologi (14/3/2023), akibat dari erupsi yang terjadi Sabtu lalu kini terdeteksi adanya api diam yang berada di kubah lava.
Namun berdasarkan keterangan dari BPPTKG munculnya api diam tersebut merupakan fenomena yang wajar terjadi pads gunung api yangs sedang aktif.
BPPTKG juga menerangkan bahwa adanya api diam dalam kubah lava tersebut merupakan hasil pengamatan yang dilakukan pada hari Senin (13/3/2023) pukul 18.00-24.00 WIB.
Dikatakan dalam unggahan tersebut bahwa titik api diam yang berada pada puncak merapi merupakan magma dan dapat menjadi pertanda erupsi semakin dekat.
Titik api diam tersebut juga dapat menjadi pertanda yang signifikan selain guguran yang selama ini terjadi di Gunung Merapi.
Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level siaga III yang ditetapkan sejak November tahun 2020.
Selain itu dirilis juga informasi terkait bahaya guguran lava dan awan panas atau biasa disebut wedus gembel mengarah ke beberapa wilayah dengan rincian sebagai berikut.
1. Kali Woro sejauh 5 km dari puncakK
2. Kali Bedog, Krasak dan Bebeg sejauh 7 km dari puncak
3. Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak
4. Kali Boyong sejauh 5 km dari puncak.
Sedangkan jika terjadi erupsi eksplosif maka lontaran material vulkanik akan menjangkau radius 3 km dari puncak.
BPPTKG juga memberikan himbauan terkait banjir lahar dingin yang dapat terjadi pada jalur sungai sewaktu-waktu jika terjadi hujan di puncak Gunung Merapi.***

Share this article
Aktivitas erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada hari Sabtu (11/3/2023) membawa beberapa dampak bagi masyarakat sekitar gunung tersebut