AYOJAKARTA.COM - Usai jalani serangkaian proses persidangan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Richard Eliezer sempat melakukan wawancara.
Pada momen itu, Richard Eliezer menceritakan perasaannya saat memutuskan untuk membongkar kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang didalangi oleh Ferdy Sambo.
Tak hanya itu, Richard Eliezer juga turut mengungkapkan hal terberat yang ia alami ketika menghadapi kasus pembunuhan Brigadir Yosua tersebut.
Baca Juga: Sebatang Kara! Rafael Alun Trisambodo Belum Jenguk Mario Dandy, Sibuk Urus Harta Kekayaan dengan KPK
"Jadi pada saat pertama kali saya jujur, saya sudah tidak memikirkan resiko, saya menyerahkan semua kepada Tuhan, saya pasrahkan hidup saya dan masalah saya kepada tuhan, saya yakin kalau saya berkata jujur Tuhan pasti tolong," ujar Richard Eliezer dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPAS TV.
"Jadi pada saat itu saya menyampaikan kepada Bapak Kapolri, saya mau jujur dengan menyampaikan cerita sesuai dengan fakta yang terjadi," ungkap Richard Eliezer.
Saat memutuskan untuk berkata jujur mengungkap kasus pembunuhan Yosua, Richard Eliezer mengaku sempat grogi di hadapan Kapolri.
"Sangat (grogi)," jawab Richard Eliezer.
Baca Juga: APA Mantan Pacar Mario Dandy Terseret Kasus Penganiayaan David Ozora, Kuasa Hukumnya Buka Suara!
"Saya hanya sampaikan kepada Bapak Kapolri, mohon izin Jendral, saya mau berkata jujur, saya ingin menyampaikan fakta yang terjadi sebenarnya tentang peristiwa tersebut," sambungnya.
Setelah memutuskan untuk jujur, Richard Eliezer merasa beruntung karena mendapat dukungan bahkan perlindungan, sehingga ia merasa aman.
"Jujur Mba Rosi, pertama saya merasa kaget, sekaligus saya merasa aman juga, karena saya merasa mendapat dukungan karena keputusan yang saya ambil," kata Richard Eliezer.
"Pada saat itu, saya ingin membantu Polri juga untuk membuka kebenaran agar kasus ini menjadi terang-benderang," sambungnya.
Namun di balik itu, Richard Eliezer juga sempat mengalami momen terberat dalam hidupnya ketika menghadapi kasus ini.
Dimana ia sangat merasa bersalah atas tindakannya yang menyebabkan Richard Eliezer kehilangan sahabatnya Brigadir Yosua.
Ketika Richard Eliezer ditemukan dengan keluarga Brigadir Yosua menjadi momen terberatnya, dimana ia tertunduk memohon maaf di hadapan orang tua korban.
"Yang paling berat menurut saya, ketika saya bertemu dengan keluarga almarhum Bang Yos (Yosua) tentunya," tutur Richard Eliezer.
"Karena saya merasa bersalah, sangat-sangat bersalah, saya merasa harus meminta maaf secara langsung kepada orang tua terlebih khusus orang tua dari almarhum Bang Yos (Yosua)," sambungnya.
Bahkan Richard Eliezer bersimpuh di kaki orang tua Brigadir Yosua sambil mengungkapkan penyesalannya dan memohon maaf.
"Saya memohon ampun, memohon maaf kepada orang tua saat itu, saya sempat bersimpuh juga kepada orang tua Bang Yos (Yosua), karena saya sangat merasa bersalah pada saat itu," kata Richard Eliezer.
"Tapi memang sebelum sidang, saya selalu berdoa bersama Bang Roni dan Tim PH (Penasihat Hukum), untuk menguatkan saya tentunya, agar di dalam persidangan saya lebih kuatlah, untuk tetap berkata jujur," pungkasnya.***

Share this article
Richard Eliezer menceritakan perasaannya saat memutuskan untuk membongkar kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang didalangi oleh Ferdy Sambo.