AYOJAKARTA.COM - Rekonstruksi adegan penganiayaan David oleh Mario Dandy ternyata membuat para tersangka merasa emosional.
Seperti diketahui, rekonstruksi dilakukan pada Jumat (10/3/2023) di Perumahan Green Permata Residence, Jakarta.
Mario Dandy melakukan reka ulang penganiayaan dengan memperagakan 23 adegan.
Pakar Gestur dan Mikro Ekspresi Monica Kumalasari mengamati rekonstruksi yang dilakukan Mario Dandy dengan melihat gestur yang ditunjukkan.
Pasalnya pada saat rekonstruksi baik tersangka Mario Dandy maupun tersangka Shane Lukas sama-sama menggunakan masker sehingga Monica Kumalasari tidak bisa melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh para tersangka.
Rekonstruksi adegan penganiayaan ini hanya dilakukan oleh tersangka Mario Dandy dan juga Shane Lukas tanpa dihadiri oleh anak yang berkonflik dengan hukum atau pelaku AG.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KompasTV pada Sabtu (11/3/2023), Monica Kumalasari membaca emosi yang Mario Dandy rasakan saat rekonstruksi melalui postur dan gestur badan bagian pinggang hingga kepala atau tubuh bagian atas.
Menurut pengamatan Monica Kumalasari, postur tubuh dan gestur Mario Dandy tidak menunjukkan kesedihan dan penyesalan.
Mario Dandy justru tertangkap menampilkan sensasi seseorang yang memiliki emosi marah.
Namun dengan keterbatasan rekaman yang bisa diakses oleh publik mengenai rekonstruksi, Monica Kumalasari belum bisa memastikan emosi amarah yang muncul dari Mario Dandy disebabkan oleh siapa.
Monica Kumalasari memiliki hipotesis ada kemungkinan Mario Dandy marah kepada dirinya sendiri atas kejadian ini, mungkin juga marah kepada AG, mungkin juga marah kepada Shane Lukas.
Tapi Monica Kumalasari belum bisa menentukan secara spesifik kemarahan Mario Dandy ini ditujukan kepada siapa.
Baca Juga: Curhat Diteror, Dolfie Rompas Kuasa Hukum Mario Dandy justru Dihujat Netizen, Kenapa?
Jika dilihat dari gesturnya, Monica Kumalasari tidak menangkap adanya perasaan sedih dari Mario Dandy yang kehilangan kebebasannya setelah dilakukan penangkapan dan juga penahanan.
Dalam video rekonstruksi, terlihat Mario Dandy yang sedang duduk dan mengusap matanya, gerakan ini diduga merupakan tangisan.
Walaupun terlihat ada tangisan dari Mario Dandy saat reka adegan, tapi dimungkinkan ini bukanlah tangis penyesalan atau kesedihan, justru tangisan ini timbul karena rasa marah.
Walaupun ada emosi kesedihan yang nampak tapi ini bukan emosi yang dominan muncul karena ada perasaan lain yang lebih dominan.
“Tetapi tangisan ini belum berarti seseorang itu menangis karena sedih ya, tangisan bisa muncul ketika seseorang merasakan emosi yang dominan ya emosi yang sangat intens,” ungkap Monica Kumalasari.
“Belum tentu juga ini suatu kesedihan tetapi ketika seseorang marah ya dengan intens, bisa juga marahnya sambil nangis,” tambahnya.***

Share this article
Mario Dandy menangis saat rekonstruksi penganiayaan David, berikut ini penjelasan pakar mikro ekspresi.