AYOJAKARTA.COM - Irma Hutabarat sebut Richard Eliezer sebagai ksatria dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat.
Sikap ksatria ini melekat kepada Richard Eliezer berkat kejujurannya.
Richard Eliezer dengan berani menunjukan keberanian dan penyesalan atas kasus pembunuhan Yosua ini.
Keberadaan Richard Eliezer sebagai justice collaborator yang membuka fakta dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua, membuatnya menjadi hero dalam hal kejujuran atau sebagai pahlawan kejujuran.
Dukungan pun terus mengalir kepada Richard Eliezer, salah satunya datang dari Irma Hutabarat.
Ia mengungkapkan jika dukungan yang ditujukan kepada Richard Eliezer tidak hanya melihat dari sosoknya saja.
Namun dari latar belakang Richard Eliezer yang berani melawan arus dengan kejujuran yang ia miliki.
Sikap Richard Eliezer itu, lantas membuat Irma Hutabarat gencar memberi dukungan agar terdakwa bisa mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Inang Hutabara HORAS INANG, ia menjelaskan kronologis Eliezer yang sebelumnya menjadi terdakwa pembunuhan kini menjadi simbol perlawanan dan menjadi idola.
Baca Juga: Tegas! Irma Hutabarat Nilai Putri Candrawathi Merupakan Bagian dari Mafia, Terbukti Lakukan Hal Ini
"Ichad atau Bharada Eliezer ini sudah mempersatukan seluruh Bangsa Indonesia dalam sebuah nilai-nilai yang dirindukan oleh masyarakat yaitu nilai-nilai kejujuran dan nilai-nilai keberanian," ujar Irma Hutabarat.
Nilai-nilai kejujuran yang ada dalam diri Bharada Eliezer diwujudkan dalam sikap yang berani untuk mengungkap kasus besar yang menyangkut atasannya mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.
Dalam perjalanan mengungkapkan keadilan bagi Brigadir Yosua, banyak menyimpan teka-teki yang dianggap suatu kebohongan yang dipertontonkan dalam persidangan.
Banyak sekali dukungan yang ditujukan kepada Bharada Eliezer, tak hanya dukungan moril saja tapi ada banyak hadiah atau kado yang diterima LPSK.
Ini juga menjadi salah satu alasan Irma Hutabarat mengakui jika Eliezer telah menjadi idola banyak orang.
Namun, kekecewaan Inang Hutabarat pada JPU yang memberikan tuntutan 12 tahun penjara kepada Bharada Eliezer seakan mengesampikan status sebagai justice collaborator. K
Kejujuran yang telah diungkap seakan tidak meringankan tuntutan Eliezer.
Terkait hal itu, Irma Hutabarat mempertanyakan kinerja JPU.
“Begitu banyaknya doa-doa dari berbagai macam kalangan, berbagai suku, ras, golongan untuk Bharada Eliezer," ungkap Irma Hutabarat.
Semua ini digerakan oleh hati yang tulus untuk Bharada Eliezer mendapatkan keadilan dalam persidangan.***

Share this article
Irma Hutabarat menjuluki Richard Eliezer sebagai ksatria karena kejujuran dan keberaniannya mengungkap kasus pembunuhan Yosua.