AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J dengan pelaku eksekutor Richard Eliezer atau Bharada E terus menjadi perhatian publik.
Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E atas perintah dari sang Jenderal, Ferdy Sambo.
Pembunuhan Brigadir J dengan Bharada E sebagai terdakwa sekaligus justice collaborator ini pun masih terus menjadi sorotan masyarakat.
Kamaruddin Simanjuntak selaku Kuasa Hukum Yosua memaparkan alasan menurut pendapatnya kenapa kasus pembunuhan kliennya dapat menuai banyak perhatian publik.
Dikutip dari kanal YouTube Irma Hutabarat pada Minggu, 5 Februari 2023 Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan hal tersebut lantaran yang dibunuh adalah Yosua.
Kamaruddin mengungkapkan bahwa nama Yosua mengandung makna Yeshua Hamasiah.
Yang berarti pemimipin masa depan atau penyelamat.
“Kenapa perkara ini begitu antusias? Karena yang dibunuh ini adalah Yosua, Yosua itu mengandung makna berasal daripada kata dasar Yeshua Hamasiah, yang artinya itu pemimpin estafet, pemimpin masa depan atau penyelamat,” ujarnya.
Berdasarkan Alkitab, Kamaruddin mengungkapkan bahwa dalam perjanjian lama Yosua artinya nabi yang menerima kepemimpinan dari Nabi Musa.
“Kalau kita lihat di Alkitab siapa si Yosua itu, pertama dia itu nabi yaitu menerima kepemimpinan estafet daripada Nabi Musa itu diperjanjian lama,” ucapnya.
Sedangkan pada perjanjian baru, Yosua berarti seorang juru penyelamat yang akhirnya meninggal dan pada saat yang terjadi sekarang yang hidup adalah Richard Eliezer.
“Kalau kita lihat perjanjian baru, siapa si Yosua? Yosua itu adalah berasal dari Yeshua Hamasiah penyelamat atau juru selamat, akhirnya mati kalau kita baca di Alkitab memang yang hidup itu adalah Eliezer, kalau Yosua itu memang mati dan itulah yang terjadi (sekarang),” ujar Kamaruddin.
Tak hanya pada Alkitab, kisah ini juga dikatakan seperti pernah terjadi pada kitab Daud.
Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan bahwa dalam kitab Daud telah ada justice collaborator.
Layaknya Richard Eliezer, justice collaborator disebutkan seorang JC itu terbilang dirugikan.
“Kemudian memang kalau kita baca di kitab Daud memang justice collaborator itu memang dirugikan, jadi sudah ada peristiwa justice collaborator di kita,” ujar Kamaruddin.
Irma Hutabarat pun turut menanggapi soal justice collaborator dimana orang jujur itu ternyata dapat dirugikan.
“Yang jujur yang rugi,” kata Irma Hutabarat.
Mengutip sebuah kisah Raja Saul dan Raja Saud, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan kisah tersebut bagaikan terulang kembali.
Dimana orang jujur itu tidak selalu menguntungkan dan juga bisa dihabisi.
“Jadi waktu itu kalau ingat peristiwa Raja Saul dan Raja Daud dimana Raja Saul waktu itu sudah frustasi dia minta diakhiri hidupnya, lalu bersaksilah yang mengakhiri hidupnya bahwa itu keinginan daripada Raja Saul tetapi yang bersaksi jujur ini dihabisi juga,” kata Kamaruddin.
“Jadi artinya disitu suatu penggambaran terulang kembali bahwa hidup jujur itu tidak selalu menguntungkan,” tambahnya.***

Share this article
Benarkah kisah kehidupan Brigadir Josua dan Richard Eliezer seperti cerita di alkitab? Seperti apakah ceritanya? Simak ceritanya!