Bisakah Gempa Bumi M 7,8 Turki Sebabkan Guncangan Serupa Pada Negara Lain? Begini Penjelasan BMKG

Bisakah Gempa Bumi M 7,8 Turki Sebabkan Guncangan Serupa Pada Negara Lain? Begini Penjelasan BMKG

Bisakah Gempa Bumi M 7,8 Turki Sebabkan Guncangan Serupa Pada Negara Lain? Begini Penjelasan BMKG

AYOJAKARTA.COM  - Gempa bumi tektonik dengan skala magnitudo 7,8 yang guncang Turki Tenggara dan Suriah pada Senin pagi (6/2/2023) begitu mengejutkan banyak pihak.

Para peneliti pun mengatakan bahwa guncangan gempa pada lokasi tersebut diakibatkan karena Sesar Anatolia.

Dikutip dari akun Twitter Daryono (Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG) (7/1/2023), gempa merusak tersebut berada pada tiga persimpangan lempeng.

Baca Juga: Majalah Satir Charlie Hebdo Tuai Kecaman Setelah Terbitkan Kartun Ejek Gempa Turki

"Gempa merusak M7.8 yang berpusat di Turki selatan, berada di persimpangan tiga Lempeng Anatolia, Arab, dan Afrika," cuit Daryono.

Lebih lanjut Daryono menjelaskan bahwa gempa susulan Turki Selatan menunjukkan panjang retakan di jalur patahan lebih dari 300 kilometer.

Dalam sebuah komentar Daryono menjelaskan kepada seorang pengguna Twitter terkait pernyataan dari seseorang yang telah memprediksikan akan adanya gempa yang bakal mengguncang wilayah tersebut.

Baca Juga: Terkini! Update Korban Gempa Turki Menjadi 2379 Meninggal Dunia dan 14.483 Luka-Luka

Daryono mengatakan bahwa penjelasannya pada segmen sebelumnya adalah terkait dengan gempa pada seismic gap yang sempat mengguncang wilayah Aceh.

"Tidak jauh beda dengan tweet saya tentang segmen aceh yang kemarin saya post," tulis Daryono.

Diketahui dari beberapa sumber bahwa seismic gap didefinisikan sebagai wilayah potensi gempa tinggi yang seharusnya telah melepaskan energi sebagai gempa besar, namun berdasarkan data katalog pelepasan energi tersebut belum terjadi.

Baca Juga: Viral! Foto Anak Kecil Diduga Korban Gempa Turki-Suriah yang Menyayat Hati Ternyata Palsu

Dalam sebuah wawancara yang diunggah melalui akun YouTube BeritaSatu dalam acara BTV (7/2/2023), Daryono menjelaskan gempa yang terjadi pada wilayah Turki tersebut menyebabkan robekan pada kerak bumi yang sangat panjang.

"Jadi gempa 7.8 magnitudo itu memecahkan seluruh segmen yang ada di zona Anatolia timur ini, jadi gempa ini mencerminkan adanya robekan kerak bumi yang sangat panjang sekitar 300 km, jadi kalau ada gempa susulan yang berada pada kota kota sekitar ini," ucap Daryono.

Namun Daryono menegaskan bahwa gempa bumi yang menyebabkan robekan pada kerak bumi tidak akan menjauh dari sekitar pusat gempa tersebut ataupun menjauh lintas negara. 

Baca Juga: Update Gempa Turki! BMKG Laporkan Hampir 5.000 Orang Dipastikan Tewas, Puluhan Ribu Lainnya Luka-luka

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan bahwa robekan gempa bumi susulan disebabkan oleh gempa pertama karena patahan tersebut telah matang dan siap melepaskan energinya.

"Kemarin juga ada sesuatu yang menarik, terjadi gempa dengan kekuatan 7,5 ini berada di sebelah baratnya dari sesar yang robek, itu bisa menggerakkan sesar yang disebelahnya, tapi syaratnya harus berdekatan dan itu harus matang energinya sudah maksimum jadi tinggal disenggol saja pecah," jelas Daryono.

"Memang cukup mengerikan gempa ini mas, dan ini yang pernah saya jumpai sejak menekuni gempa bumi di BMKG itu baru ada gempa yang luar biasa dahsyatnya yang berpusat di darat dan memiliki kekuatan 7,8 itu sangat jarang sekali," lanjut Daryono.

Baca Juga: Detik-detik Mencekam WNI Rasakan Gempa Dahsyat di Turki Sepanjang 100 Tahun, Begini Keadaanya Sekarang

Ia pun memberikan contoh gempa bumi Cianjur yang sama- sama berkekuatan besar namun tidak dapat memicu gempa bumi di sekitarnya karena sesar-sesar tersebut belum cukup energi untuk dilepaskan.

"Kalaupun dia bisa memicu sumber gempa yang lainnya harus ada di dekatnya dan sifatnya harus matang, kalau tidak bisa terjadi, seperti contoh gempa Cianjur kemarin itu di sebelahnya ada sesar Rajamandala sesar Padalarang, sesar Lembang tapi tidak bisa terpicu karena sesar sesar yang lain belum matang," jelas Daryono.

Hingga Selasa malam, korban meninggal yang disampaikan oleh Daryono mencapai 5.000 lebih jiwa, 20.000 lebih orang terluka & 6.000 lebih bangunan telah runtuh.

Baca Juga: KBRI Ankara Sebut Korban Luka WNI Akibat Gempa Turki M7.8 Bertambah Menjadi 10 Orang

Daryono pun memberikan penjelasan berupa empat faktor mengapa guncangan gempa pada wilayah tersebut begitu destruktif atau merusak.

"Mengapa gempa Turki sgt destruktif?: (1) Magnitudo besar 7,8 (2) Gempa kerak dangkal (3) Terdiri 3 gempa besar 7,8 6,7 & 7,5 (4) Waktu gempa pagi hari pukul 4 banyak warga di rumah, masih tidur (4) Pusat gempa di kelilingi 4 kota besar: Gaziantep, Kahramanmaras, Pazarcik, & Nurdagi," tulis Daryono.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:07 WIB

Untuk ke 9 Kalinya, DKI Jakarta Raih Opini WTP dari BPK RI

Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 12:18 WIB

Pramono Anung Segera Sesuaikan Tarif Transjabodetabek Bulan Ini, Termasuk Rute Blok M-Bandara Soetta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan evaluasi tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Pendidikan 06 Jun 2026, 11:08 WIB

Pencairan Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2026 Bulan April Mulai Dilakukan, Disalurkan kepada 707.477 Peserta Didik, Berikut Rinciannya

KJP Plus merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:41 WIB

EastjakFest 2026 Siap Meriahkan HUT ke 499 Kota Jakarta, Hadirkan Vaksinasi Rabies, Bibit Gratis, dan Edukasi Ketahanan Pangan

Acara ini akan digelar tepat di hari ulang tahun Jakarta yakni pada 22 Juni 2026.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:25 WIB

Dinas LH DKI Jakarta akan Gelar Aksi Pilah Sampah di CFD Rasuna Said Besok

Kegiatan ini adalah bagian upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:08 WIB

Hadapi Ancaman Polusi, Pemprov DKI Kembangkan EWS Kualitas Udara Bersama BMKG

Kehadiran sistem EWS ini diharapkan mampu memberikan informasi prediktif mengenai kondisi kualitas udara di Ibu Kota.

Metropolitan 06 Jun 2026, 09:39 WIB

Pramono Anung Buka Jakarta Future Festival 2026, Dorong Anak Muda Ikut Rancang Masa Depan Jakarta

Pramono Anung resmi membuka JFF 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Ekonomi 05 Jun 2026, 23:19 WIB

Strategi Investasi Tepat Saat Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Ekonomi RI tertekan: Rupiah tembus Rp18.000 dan IHSG anjlok ke 5.594 akibat PHK, pajak naik, serta modal asing keluar. Investor disarankan masuk bertahap dan atur portofolio sesuai profil risiko.

Nasional 05 Jun 2026, 21:53 WIB

Strategi 'Rangkul Lalu Pukul', Bisakah Layer Cukai Rendah Jinakkan Pabrik Rokok Ilegal?

Skema "rangkul lalu pukul" lewat layer cukai baru demi kejar Rp30 T menuai kritik. Cara ini dinilai beri karpet merah bagi rokok ilegal dan picu kecurangan baru ketimbang menegakkan hukum secara tegas

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.

Nasional 05 Jun 2026, 17:55 WIB

PNM Hadir hingga Pulau Arar, Perkuat Akses Keuangan bagi Perempuan Pesisir Papua

PNM Mekaar bantu perempuan di Pulau Arar, Papua Barat Daya, mengembangkan usaha, memperbaiki rumah, dan akses keuangan.

News 05 Jun 2026, 17:44 WIB

Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu hingga Said iqbal Disebut akan Masuk Kabinet, Benarkah?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kabar Purbaya mundur dari Menkeu dan Said Iqbal masuk kabinet, begini katanya.

Gadget 05 Jun 2026, 17:29 WIB

Samsung Segera Rilis Galaxy Fold 8 dalam Waktu Dekat, Intip Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy Z Fold 8 & 8 Ultra masuk sertifikasi Bluetooth. Varian standar hadir dengan layar luar lebih lebar mirip paspor untuk ergonomi, sementara varian Ultra tawarkan kamera & mesin premium.

Nasional 05 Jun 2026, 16:10 WIB

Gebrakan Anyar Nanik S Deyang Setelah Ditunjuk jadi Kepala BGN: Efisiensi Anggaran hingga Perbaiki Kualitas MBG 2026

Nanik S Deyang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Metropolitan 05 Jun 2026, 15:42 WIB

Angkat Tema 'Navigating Resilience' Taman Ismail Marzuki jadi Tuan Rumah Jakarta Future Festival 2026 Mulai 5-7 Juni, Ini Persiapannya

JFF 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas sektor yang membahas masa depan Jakarta.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 15:21 WIB

Pramono Pastikan JPO Senen Sentral Sudah Beroperasi Penuh Sejak Kamis Sore, Sempat Terhambat karena Masalah Administrasi dan Komunikasi

Sebelumnya JPO ini sempat tertutup akibat proses perbaikan pascakerusakan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tahun 2025 lalu.