AYOJAKARTA.COM -- Turki diguncang gempa dahsyat pada Senin 6 Februari 2023 kemarin. Gempa disebut dilaporkan berkekuatan magnitudo 7,8.
Gempa yang terjadi di Turki ini dikatakan luar biasa dahsyat sepanjang 100 tahun terakhir.
Bencana ini lantas berhasil memporak-porandakan beberapa bangunan gedung apartemen yang ditinggali oleh penduduk Turki disana.
Sehingga menyebabkan ribuan korban jiwa pun harus meninggal dunia karena tertimpa material bangunan.
Sementara itu, ada seorang warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Istanbul Turki, Bunga menceritakan detik-detik terjadinya gempa tersebut.
"Kondisi kalo di Istanbul sendiri alhamdulilah aman untuk saat ini, tetapi seperti yang diberitakan kalau di bagian selatan turki porak-poranda," Kata Bunga WNI yang tinggal di Turki, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (7/2/2023).
Dari informasi yang diperoleh Bunga, dampak gempa paling parah diketahui melanda empat kota besar di Turki salah satunya yaitu Kota Kahramanmaras.
"Karena gempanya 7,8 skala richter dan sembilan jam kemudian setelah gempa pertama ada gempa susulan dengan skala yang sama menghantam Kota Kahramanmaras," kata Bunga.
Bunga juga mengabarkan bahwa korban yang meninggal dan luka-luka saat ini diinformasikan mencapai ribuan lebih dan bahkan masih akan terus bertambah.
Mengingat proses evakuasi korban sendiri saat ini cukup sulit, lantaran cuaca dingin yang tidak mendukung dan bersalju.
"Pada saat ini jumlah meninggal dunia sudah mencapai 2379 lebih dan sekitar 14000 jiwa lebih luka-luka dan pastinya masih lebih banyak, karena proses evakuasi sendiri saat ini sangat sulit karena cuaca dingin dan bersalju," ujar Bunga.
Atas guncangan hebat tersebut, Bunga yang tinggal di Istanbul menuturkan bahwa ia saat ini sedang khawatir dan takut jika terjadi gempa susulan.
"Jadi sangat luar biasa dahsyat gempanya bikin kita semua yang berada di sini jadi gak bisa tidur benar-benar ngeri," pungkasnya.
Ketakutannya itu lantaran hampir sebagian dari masyarakat Turki tinggal di gedung apartemen, sedangkan akibat gempa tersebut banyak dari gedung-gedung yang ditinggali oleh penduduk itu hancur dan roboh porak-poranda.
"Karenakan disini rata-rata apartemen, jadi yang kolaps itu kan seperti yang diberitakan gedung apartemen yang ditinggali oleh penduduk hancur," kata Bunga.
Sementara itu, Bunga juga mengatakan bahwa saat ini pihak KBRI juga belum bisa memastikan ada berapa WNI yang terdampak gempa Turki tersebut.
Hal itu dikarenakan listrik yang mati dan tidak adanya sinyal internet, sehingga sulit bagi KBRI untuk bisa memastikan dengan pasti jumlah korban WNI yang terdampak gempa dahsyat di Turki.***

Share this article
Gempa Turki 7,8 Magnitudo disebut gempa terdahsyat sepanjang 100 tahun. WNI ini ceritakan detik-detik ketika terjadi gempa