AYOJAKARTA.COM - Gempa Tektonik dengan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Selatan Lebak, Banten tadi Pagi ( 07/02/23 ).
Gempa bumi Kekuatan Magnitudo 5.2 ini tidak berpotensi terjadinya tsunami dan terasa sampai daerah Bayah, Banjarsari, Tamanjaya, Tangerang Selatan, Bogor, Sukabumi, Tangerang, Cianjur, Bandung Barat, daerah Jakarta, Depok, Cibubur, daerah Serang, Pandenglang, Panggarangan, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang dan Cinangka.
Baca Juga: Gempa M5.2 di Wilayah Banten Hari Ini, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menjelaskan jika Gempa Bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal karena adanya aktivitas subduksi lempeng Indonesia- Australia yang menunjam dibawah lempeng Eurasia.
Hal ini menurut Parameter update yang dijelaskan oleh BMKG dengan episenter gempa bumi terletak padaa koodirnat 7,40° LS ; 105,90° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 km BaratDaya Bayah, Banten pada kedalaman 41 km.
Menurut wikipedia , Gempa bumi (disebut juga quake , tremor atau temblor ) adalah goncangan permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di litosfer bumi yang menciptakan gelombang seismik.
Gempa bumi dapat berkisar dalam intensitas, dari yang sangat lemah sehingga tidak dapat dirasakan, hingga yang cukup keras untuk melontarkan benda dan orang ke udara, merusak infrastruktur penting, dan menimbulkan kehancuran di seluruh kota. Aktivitas seismik suatu wilayah adalah frekuensi, jenis, dan ukuran gempa bumi yang dialami selama periode waktu tertentu.
BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang karena pada peninjauan monitoring BMKG , Gempa bumi ini menunjukan tidak adanya gempa susulan dan Tidak mengakibatkan Tsunami.
Masyarakat juga diminta agar tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggungjawab kebenarannya serta selalu memastikan berada ditempat yang aman atau didalam rumah yang dapat menahan dari goncangan gempa.***

Share this article
BMKG menjelaskan jika Gempa Bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal karena adanya aktivitas subduksi lempeng Indonesia- Australia.