AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berencana Yosua hingga kini masih jadi sorotan.
Yosua, ajudan dari Ferdy Sambo meninggal dunia usai ditembak dalam pembunuhan berencana di Duren Tiga.
Ditengah sidang tuntutan, pihak keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjutak sebagai kuasa hukum angkat bicara.
Ia mengungkapkan jika ada gladi resik dalam pembunuhan berencana Yosua.
Bermula dari ajakan pergi ke Magelang yang membawa Yosua ke sana.
"Mereka bersekongkol membawa Yosua ke Magelang," ucap Kamaruddin Simanjuntak dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTv.
"Kemudian yang di Jakarta melakukan GR atau gladi resik, tentang bagaimana proses pembunuhan itu dilakukan," tambahnya.
Ajakan pada Yosua untuk ikut ke Magelang, diduga untuk menutupi adanya rencana pembunuhan ini.
Dikisahkan jika gladi resik dilakukan agar Yosua tidak tahu rencana tersebut.
"Supaya tidak diketahui oleh Yosua," ucap pengacara ini membeberkan tujuan.
Hingga akhirnya ia meminta untuk memeriksa CCTV milik tetangga sekitar rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Hal ini dikarenakan CCTV di kediaman Ferdy Sambo sudah dirusak.
"Tolong periksa CCTV tetangga, periksa selama satu minggu sebelum dan seminggu setelah," minta Kamaruddin Simanjuntak.
"Di situ akan terlihat ada yang berperan dalam pembunuhan itu, ada yang berperan tukang siomay dan ojek," tambahnya mengakhiri.
Hal ini juga berkaitan dengan adanya peran dari tukang siomay dan tukang ojek.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak sebut adanya gladi resik pembunuhan Brigadir J, ungkap mengapa Yosua diajak ke Magelang