AYOJAKARTA.COM – Sebentar lagi, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yakni Richard Eliezer akan menghadapi sidang pembacaan tuntutan.
Seperti yang diketahui, sidang pembacaan tuntutan Richard Eliezer seharusnya berlangsung pada Rabu (11/1/2023).
Akan tetapi, hakim memutuskan sidang pembacaan tuntutan Richard Eliezer harus diundur selama satu minggu.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Putri Candrawathi Kekeh Tak Mau Visum, Semua karena Ferdy Sambo?
Ini karena jaksa beralasan bahwa keterangan dari Putri Candrawathi belum dimasukan ke dalam surat tuntutan.
Sidang tuntutan Richard Eliezer akan berlangsung hari ini Rabu (18/1/2023) mendatang.
Menjelang pembacaan tuntutan Richard Eliezer, keluarga Brigadir Yosua angkat bicara.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, keluarga Brigadir Yosua berharap para terdakwa yang terlibat dalam tewasnya Yosua mendapat hukuman maksimal.
Selain itu, pihak keluarga Yosua juga berharap Eliezer bisa mendapat keringanan hukuman.
Ini lantaran keluarga Yosua melihat ada niat baik dari Eliezer yang berani berkata jujur.
Hal ini disampaikan oleh bibi mendiang Brigadir Yosua, yakni Rohani Simanjuntak.
“Harapan kami dihukum semaksimal, ya 340 harusnya jatuh kepada para pembunuh itu” ucap Rohani.
“Buat Eliezer kan sudah ada dia kejujuran ya mudah-mudahan pak Hakim memberikan kepada dia,” sambungnya.
Baca Juga: Wajib Disimak! Berikut Jadwal Lengkap Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Brigadir J Pekan Depan
Sebagai penguak fakta, ayah Brigadir Yosua yakni Samuel Hutabarat melihat bahwa Eliezer ada itikad baik untuk membuka fakta di persidangan melawan Ferdy Sambo.
Karena seperti yang diketahui, selama ini Ferdy Sambo mengaku jika ia hanya memberikan perintah hajar kepada Eliezer.
Namun, Eliezer mangaku jika ia mendapat perintah untuk menembak Yosua.
Tidak hanya itu, Sambo selalu menegaskan jika dirinya tidak ikut menembak Yosua.
Baca Juga: Hujan Ketika Imlek? Ternyata Miliki Simbol Keberuntungan dan Aktivitas Dewi Kwan Im
Keterangan Sambo tersebut justru berbanding terbalik dengan keterangan Eliezer yang menyebut Sambo ikut menembak Yosua.
Samuel menilai jika Eliezer sudah menentang dengan tegas apa yang disampaikan oleh Sambo.
Selain itu, Samuel menyampaikan jika Eliezer sudah memohon ampunan kepada dirinya dan ibu Yosua hingga bersujud di kakinya.
“Tapi kalau saya lihat dari reaksi si Eliezer di persidangan di dalam menjawab si Ferdy Sambo dia sudah sangat tegas menentang apa omongan si Ferdy Sambo,” kata Samuel.
“Memang di awal persidangan kami datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan waktu itu kami jadi saksi dia datang meminta maaf dan bersujud di hadapan kami,” lanjutnya.***

Share this article
Hukuman bagi terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua di depan mata, termasuk Richard Eliezer. Keluarga Brigadir Yosua angkat bicara begini