AYOJAKARTA.COM - Lemari senjata yang disebutkan beberapa kali oleh Bharada E alias Richard Eliezer saat di persidangan kini menjadi pertanyaan.
Pasalnya saat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani kasus pembunuhan Yosua melakukan pengecekan ke rumah Ferdy Sambo, lemari tersebut sudah tidak diketahui keberadaannya.
Hal ini diungkapkan oleh Ronny Talapessy saat memberikan keterangan terkait kunjungan tersebut.
Publik pun dibuat bertanya-tanya terkait kebenaran adanya lemari senjata yang dimiliki oleh Ferdy Sambo.
Terkait hal tersebut, Soleman Ponto selaku mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI memberikan komentarnya.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube medcom id pada Senin (9/1/2023), Ponto merasa heran terkait senjata yang selalu dibawa oleh terdakwa Putri Candrawathi.
"Coba lihat bagaimana kita bisa lihat Ibu PC, ke pasar aja kemana-mana bawa stayer para ajudannya. Itu stayernya mau nembak maling atau mau nembak apa? sehingga penggunaan senjata ini waktu saya masih Kabai saya sudah mencoba bagaimana menertibkan," katanya.
Soleman Ponto juga menjelaskan mengenai peraturan penggunaan senjata dengan tipe-tipe tertentu yang boleh digunakan oleh para anggota polisi.
"Untuk kaliber-kaliber 5 mili ke atas harus terdaftar dengan baik. Siapa yang memegang karena itu adalah senjata-senjata pembunuh. Kita tentunya tidak mendesain polisi menjadi polisi pembunuh sehingga kita harus menertibkan senjata ini," ucap Ponto.
Lebih lanjut Ponto menjelaskan mengenai peraturan kepemilikan, penggunaan dan penyimpanan senjata.
"Kita melihat ajudan-ajudan ini senjatanya semua HS senjatanya, di satu sisi di militer sendiri ajudan senjatanya paling cuma walter 2,2, walter 3,6 itu untuk ajudan ya. Nah di sini sangat kelihatan, lalu ada lemari senjata, senjata kalau di militer saya di aspam, itu siapapun pemegang senjata itu kalau tidak dipakai masuk ke gudang senjata, kecuali senjata yang ditugaskan senjata jabatan. Jadi senjata itu ads senjata jabatan, kalau sudah senjata jabatan ya dipegang sendiri," lanjut Ponto.
Baca Juga: Ferdy Sambo Celingukan Cari Benda Ini Saat Break Sidang, Warganet Jadi Merasa Kasihan
Ponto melanjutkan penjelasannya mengenai kepemilikan senjata disertai tipe-tipe senjata yang digunakan sesuai standar militer.
"Nah kalau banyak kenapa harus disimpan di rumah? simpannya di gudang senjata supaya tercatat dengan baik nomor-nomor senjata siapa pemegangnya apalagi untuk kaliber-kaliber di atas 5,5 mili karena standar militer itu 5,5 atau 5,6," jelas Ponto.
Di akhir penjelasannya, Ponto juga mengkhawatirkan senjata yang dipegang oleh para anggota polisi dengan kaliber di atas 5,5 mili jatuh ke tangan yang salah maka bisa menjadi sebuah ancaman militer.
"Kalau di atas 5,5 dipegang oleh yang lain ini bisa menjadi ancaman militer. Kalau jatuh nanti ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab nanti akan berhadapan dengan militer nantinya," pungkas Ponto.***

Share this article
Berikut tanggapan Soleman Ponto terkait lemari senjata milik Ferdy Sambo yang kini ramai jadi pembahasan.