AYOJAKARTA.COM - Masyarakat di Indonesia memang harus mempersiapkan diri terhadap segala bencana yang akan datang.
Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan wilayah yang dilewati oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia.
Namun tidak semua gempa disebabkan ketiga lempeng tersebut, ada juga gempa yang disebabkan oleh pergerakan sesar yang melintasi sebagian besar wilayah pulau di Indonesia.
Baca Juga: Viral Fenomena Ikan Naik ke Daratan, BMKG Buka Suara! Pertanda Gempa Bumi dan Tsunami? Cek di Sini!
Seperti halnya gempa yang mengguncang Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh dengan kekuatan 3,7 SR pada Senin (26/12/2022).
Daryono yang merupakan Kepala Gempa Bumi dan Tsunami BMKG memberikan penjelasannya mengenai penyebab gempa yang mengguncang Bener Meriah tersebut.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi disebabkan oleh aktivitas sesar lokal yang berada di daerah tersebut," tulis Daryono melalui grup WhatsApp pada Senin (26/12/2022).
Baca Juga: 7 Kota Paling Berisiko Diterjang Tsunami Akibat Gempa Bumi di Pulau Jawa, Apakah Ada Kotamu?
Provinsi Aceh memang merupakan wilayah yang memiliki potensi multi bencana yaitu gempa bumi dan tsunami.
Meskipun dalam penjelasannya Daryono tidak menyebutkan secara pasti sesar mana yang menyebabkan gempa bumi tersebut, namun dapat dijadikan contoh salah satu gempa bumi yang terjadi di wilayah Aceh lainnya yaitu di Kabupaten Pidie Jaya 2016 silam.
Menurut artikel berita yang diterbitkan oleh laman ugm.ac.id (7/12/2016), gempa bumi 6,5 SR yang mengguncang Pidie Jaya tersebut merupakan akibat dari pergerakan sesar di kawasan tersebut.
Baca Juga: Waspada! Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Tsunami Aceh 2004 Bukti Adanya Gempa Megathrust?
Hal ini diterangkan oleh Pakar gempa dari UGM, Dr. Gayatri Indah Marliyani, S.T., M.Sc.
Ia menjelaskan bahwa pergerakan sesar aktif yang terjadi pada gempa bumi Pidie bersifat mendatar dan dekstral (menganan).
Lebih lanjut Gayatri menjelaskan bahwa sesar ini merupakan cabang dari Sumatera Utara yang kemudian mempengaruhi pergerakan sesar yang sudah ada namun belum terpetakan sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Mekanisme Sesar Lokal di Aceh Tengah yang Jadi Penyebab Gempa Bener Meriah 3,7 M Pagi Tadi
"Adanya tekanan dari zona subduksi atau penunjaman di selatan Sumatera memberikan gaya tekan yang kuat ke daerah permukaan dan akibatnya membentuk sesar-sesar yang aktif, gempa terjadi akibat pergerakan dari sesar-sesar ini,” jelas Gayatri dalam artikel tersebut.
Berdasarkan pernyataan tersebut Kepala PRTH BRIN, Dr. Ing. Widjo Kongko pernah memberikan penjelasan melalui tayangan YouTube Narasi Newsroom (10/12/2022), mengenai 13 zona subduksi yang salah satunya berada di Aceh Andaman.
Zona subduksi merupakan daerah megathrust yang berasal dari batas tumbukan penyebab gempa bumi dengan kekuatan tinggi.
Baca Juga: Breaking News! Gempa Bumi Tektonik M 3,7 Guncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh
"Nah ini batas-batas tumbukan itu adalah daerah megathrust dan kemudian itu yang bisa menyebabkan gempa bumi dengan tinggi," ucap Dr. Ing. Widjo Kongko.
Gayatri kemudian menyebutkan mengenai ciri-ciri sebuah sesar bisa dikatakan aktif dapat dilihat dari sejarah kegempaan di wilayah tersebut.
"Indikasi bahwa sesar ini aktif adalah adanya kegempaan di daerah sesar tersebut. Ketika sesar bergerak dan menimbulkan gempa, sesar ini akan cenderung bergerak lagi di masa yang akan datang,” jelas Gayatri.***

Share this article
Aceh menjadi salah satu zona yang berpotensi mengalami gempa megathrus dan pergerakan sesar aktif, berikut penjelasan ahli.