AYOJAKARTA.COM - Indonesia adalah negara yang dilewati cincin api Pasifik sehingga rawan bencana termasuk Gempa dan Tsunami.
Belakangan ini, bencana alam tsunami hingga Gempa Megathrust menjadi perbincangan masyarakat.
Namun benarkah Tsunami Aceh menjadi salah satu bukti adanya Gempa Megathrust?
Seperti diketahui, 18 tahun yang lalu Aceh telah mengalami bencana alam besar yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah.
Yakni tepatnya pada 26 Desember 2004, tsunami telah menerjang Aceh pasca gempa dengan Magnitudo 9,1.
Bencana alam tersebut mengakibatkan 140 ribu rumah tersapu hingga merenggut ratusan ribu jiwa.
Lalu apakah Tsunami Aceh ada hubungannya dengan Megathrust? lalu apa itu Megathrust? berikut ulasannya yang dikutip dari kanal YouTube Harian Kompas pada Senin, 26 Desember 2022.
Baca Juga: Deretan 8 Fakta Sejarah Tsunami di Selatan Jawa, Seluruhnya Diawali dengan Kejadian Gempa Dahsyat
Menurut Danny Hilman, Megathrust sendiri adalah lajur zona pertemuan antar lempeng tektonik atau subduksi yang kedalamannya terbilang dangkal, yakni kurang dari 50 km, pergesekan antara dua lempeng yang terjadi terus menerus berpotensi menghasilkan Gempa dan juga Tsunami.
“Megathrust itu terjadi apabila ada satu lempeng yaitu lempeng Samudera dia bergerak masuk di bawah lempeng benua atau kepulauan, jadi batas lempengnya itu disebut Megathrust jadi dia akumulasinya itu lempengnya bergerak terus kemudian sama seperti tadi kalau tidak tahan dia akan dilepaskan itu namanya Megathrust,” ujar Danny Hilman, Peneliti Gempa BRIN.
Dikutip dari Harian Kompas, berdasarkan penelitian Danny menyebut Megathrust di Indonesia terbentang dari Barat yakni wilayah Aceh hingga ke Papua.
Jadi, Gempa dan Tsunami Aceh 2004 silam merupakan salah satu bukti ada Megathrust di Indonesia.
Selain tragedi Aceh tersebut, tiga bulan setelahnya tepatnya pada 28 Maret 2005 terjadi Gempa di Kepulauan Nias, yang juga merupakan salah satu Megathrust, yang mengakibatkan seribu orang tewas dan bangunan rusak.
Kemudian pada 25 Oktober 2010, tepatnya di Kepulauan Mentawai adanya gempa Magnitudo 7,8 yang mengakibatkan 400 orang meninggal.
Kemudian menurut Sri Widyantoro, Pakar Gempa ITB menyebut adanya potensi Tsunami setinggi 20 meter di wilayah Selatan Jawa Barat.
“Kalau dari paper yang kami tulis di tahun 2020 itu menggunakan sumber data dari GPS yang kita inversi sehingga tidak asumsi tetapi berdasarkan data GPS itu disimulasikan ada yang sampai 20 meter, di suatu tempat Selatan Jawa Barat, semakin ke Timur tidak setinggi itu, tetapi ada juga di tempat-tempat yang tinggi Tsunaminya sampai 12 meter,” ujar Sri Widyantoro.
“Kalau sumbernya Megathrust yang Selatan Jawa Barat tentu yang pantai Selatan Jawa Barat ini yang berdampak paling kuat yah tetapi kan gelombang itu bisa menjalar bisa sampe Jawa Tengah, Jawa Timur tapi dengan semakin jauh dari sumber tentunya berkurang tinggi Tsunaminya yang paling beresiko yang dekat sumber itu,” tambahnya.
Adanya peringatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat mulai melakukan mitigasi sejak dini.
Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar masyarakat dapat lebih siap dan siaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.***

Share this article
Waspada! Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Tsunami Aceh 2004 Bukti Adanya Gempa Megathrust? Begini kata pakar.