AYOJAKARTA.COM - Kejanggalan kesaksian Putri Candrawathi semakin dibuka oleh sejumlah pihak, salah satunya dari aktivis perempuan.
Ratna Batara Munti selaku aktivis perempuan mengungkapkan bahwa Putri Candrawathi tidak mencerminkan seperi korban pelecehan seksual.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompastv pada Selasa (20/12/2022), aktivis perempuan, Ratna Batara Munti mengaku sakit hati atas perlakuan yang didapatkan Putri Candrawathi.
“Dia bukan mencerminkan kebanyakan mayoritas korban perempuan yang kita didampingi selama ini, banyak kejanggalan,” ujarnya.
Sebelumnya istri Ferdy Sambo ini mengaku bahwa dirinya telah diperkosa oleh Brigadir Yosua hingga dibanting tiga kali.
Namun menurut pandangan Ratna Batara, ada sebuah kejanggalan dari cerita tersebut.
Pasalnya, jika seseorang mengalami pemerkosaan apalagi hingga dianiaya itu psikis dan fisiknya terganggu.
“Itu dibanting yah sampai tiga kali yang mengalami tentu saja perkosaan itu pemaksaan itu penetrasi pen*s ke vag*na yang tindak dikehendaki oleh korban dan itukan pasti secara fisik dan psikis itu menimbulkan depresi trauma, ada nggak yang meminta ketemu dengan pelakunya?” tanya Ratna Batara.
Baca Juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Ditakuti Oleh Ajudannya, Ahli Kriminolog Katakan Ini
Menurut Ratna Batara, istri Ferdy Sambo ini memiliki privilege sehingga proses laporannya ke polisi cepat keluar.
“Putri itu dapat privilege kok dia langsung diterima laporannya, keluar laporan polisi dan diproses sampai kemudian akhirnya di SP3 setelah terbukti bahwa itu hanya rekayasa tembak-menembak,” ujarnya.
Sedangkan menurut keterangan Ratna selaku aktivis perempuan bahwa banyak penyidik yang enggan menerima laporan untuk masyarakat daerah.
Baca Juga: Ahli Forensik Ungkap Brigadir J Terima 7 Luka Tembak dan Peluru Bersarang di Bagian Tubuh Ini!
Atas hal ini, Ratna Batara mengaku sakit hati pada Putri Candrawathi yang mendapat privilege dengan mudahnya melakukan laporan kepada pihak polisi sementara banyak sekali di luar sana korban yang ingin memberikan laporan namun sulit.
“Terus terang saya sakit hati yah, sakit hati kenapa karena banyak sekali korban yang tidak bisa mendapatkan laporan polisi,” ucap Ratna Batara.
“Disangka kita tuh kalau korban ya ke polisi langsung diterima, nggak mbak itu banyak sekali seperti itu, apalagi Undang Undang TPKS,” lanjutnya.
Setelah adanya dugaan pelecehan, diketahui Putri Candrawathi berinisiatif meminta untuk bertemu dengan Yosua.
Menurut Ratna Batara itu tak lazim dilakukan oleh korban kekerasan seksual, sebab biasanya orang yang telah mengalami pelecehan enggan untuk bertemu pelaku.***

Share this article
Berikut ini alasan Aktivis Perempuan Ratna Batara Munti mengaku sakit hati kepada Putri Candrawathi.