AYOJAKARTA.COM - Debat panas antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Kuat Maruf mencuri perhatian publik.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencecar Kuat Maruf terkait keterangan yang menyebutkan adanya duri dalam rumah tangga.
Kuat Maruf lantas tersulut emosinya karena JPU terus menekannya untuk jujur.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa (6/12/2022), awalnya JPU menanyakan terkait keterangan Kuat Maruf yang menyebut bahwa ia melihat Putri Candrawathi tengah duduk dan menangis.
Kemudian Jaksa menanyakan apa yang selanjutnya dilakukan oleh sopir Ferdy Sambo itu.
Baca Juga: Tersulut Emosi Saat Dicecar JPU Soal Duri dalam Rumah Tangga, Kuat Maruf: Saya Kurang Jujur Apa?
Kuat Maruf mengaku bahwa itu kali pertamanya melihat Putri Candrawathi menangis hingga tangannya gemetar.
Ia lalu menyarankan agar Putri Candrwathi melapor pada Ferdy Sambo.
“Waktu itu kan ibu nangisnya seperti itu saya ikut ibu lama baru melihat ibu menangis seperti itu, sampai tangan megang HP gemeteran terus saya bilang bu lapor bapak bu, lapor bapak, ibu masih nangis aja waktu itu,” ungkap Kuat Maruf.
“Waktu itu saya sempat ngomong sama ibu karena ibu tuh nggak mau lapor bapak masih diem aja. Kalau nggak salah bahasa saya seperti ini, bu lapor bapak lah bu biar nggak ada duri di keluarga ini bu,” tambahnya.
Baca Juga: Martin Minta Elben Hadir dalam Sidang Ferdy Sambo untuk Ungkap Dugaan Pelakor
Jaksa lantas mencecar Kuat Maruf karena dalam keterangan BAP, ia menyebut agar tidak ada duri dalam rumah tangga, bukan dalam keluarga.
Jaksa juga menanyakan apa korelasinya antara Yosua dengan rumah tangga Ferdy Sambo.
Kuat Maruf lalu memberi pembelaan bahwa keluarga yang dimaksud adalah semua orang yang bekerja dalam rumah tersebut.
“Maksud saya ini kan keluarga karena setahu saya yang kerja di rumah sudah dianggap keluarga,” ujarnya.
Mendengar jawaban Kuat Maruf, Jaksa pun geram dan memintanya jujur terkait siapa yang dimaksud duri dalam rumah tangga tersebut serta apa hubungannya dengan Yosua.
“Saya udah dipenjara kurang jujur apa lagi. Bapak kan nggak mikirin saya, kalau bapak nggak percaya saya harus ngomong apa?” tanya Kuat Maruf.
Menurut Kuat Maruf, kalimat tersebut spontan dikatakan karena ingin Putri Candrawathi bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Sopir Ferdy Sambo itu mengungkapkan bahwa Putri Candrawathi hanya mengatakan Brigadir J sadis kepadanya sembari menangis tanpa memberi penjelasan.
“Yosua sadis sekali sama ibu tapi tidak mau menceritakan apa yang terjadi, sedangkan Yosua takut sekali sama saya,” ujarnya.***

Share this article
Berikut debat panas antara JPU dengan Kuat Maruf membahas soal duri dalam rumah tangga pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J.