AYOJAKARTA.COM – Beberapa waktu lalu, Partai NasDem dan Anies Baswedan melakukan deklarasi dengan memilih Cak Imin dari Partai PKB untuk menjadi Cawapresnya di Pilpres 2024.
Adapun alasan Anies baswedan memilih Cak Imin menjadi Cawapres dikarenakan ada sesuatu yang dibutuhkan oleh Anies Baswedan dari Partai PKB dan Cak Imin.
Anies Baswedan menyebutkan dalam akun YouTube Mata Najwa alasannya memilih Cak Imin lantaran diduga kurangnya suara di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Namun, keputusan yang buat oleh Partai NasDem dan Anies Baswedan tersebut membuat beberapa pengamat politik ikut berbicara.
Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com bahwa pemilihan Cak Imin ternyata dinilai tidak terlalu kuat mendongkrak elektabilitas Anies Baswedan di daerah dengan basis massa pemilih Nahdlatul Ulama (NU).
Adapun wilayah yang diduga tidak terlalu kuat untuk mendongkrak elektabilitas tersebut adalah wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Berbanding terbalik dengan calon presiden yang lain seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, yang memiliki suara terbanyak di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Bahkan, alih-alih mendukung elektabilitas satu sama lain, pengamat menyebutkan bahwa pasangan bakal capres Anies Baswedan dan cawapres Cak Imin tersebut “lebih banyak perjudiannya”.
Namun sayangnya, menurut beberapa Lembaga survei menyebutkan bahwa tidak semua warga NU memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diketuai oleh Cak Imin. Bahkan tak hanya itu, beberapa pengamat politik juga menyebutkan tidak semua pemilih PKB memilih Cak Imin.
Sebagai informasi, tokoh NU menjadi rebutan pada politik di Indonesia saat ini dikarenakan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu ormas terbesar di Indonesia.
Walaupun pada tahun 1984 NU memutuskan untuk keluar dari politik praktis dan berubah menjadi organisasi keagamaan, namun massa tetap mendukung NU.
Dan sampai saat ini, NU merupakan sebuah organisasi masyarakat yang memiliki jumlah pengikut terbanyak yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pernyataan Anies Baswedan di Mata Najwa ada Unsur Kebohongan, Demokrat: Ini Pelanggaran Fatal
Di samping itu, NU juga disebutkan memiliki suara terbanyak di Jawa Timur, yang mana merupakan provinsi kedua terbanyak populasi masyarakatnya.
Tidak hanya itu, secara kualitas pun NU juga diyakini tidak pernah kehabisan kader yang unggul dan bahkan dapat dipromosikan di level kepemimpinan nasional, sehingga banyak capres yang melirik NU untuk menjadi pasangannya di Pilpres mendatang.

Share this article
Anies Baswedan menyebutkan alasannya memilih Cak Imin lantaran diduga kurangnya suara di Jawa Timur dan Jawa Tengah.