AYOJAKARTA.COM – Dua kandidat capres Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto masih belum menampakkan sosok bakal cawapresnya.
Tim pendukung Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto nampaknya perlu bekerja ekstra cepat untuk segera mencari kandidat cawapres.
Dengan adanya sosok nama yang akan menjadi pendamping, Ganjar Pranowo serta Prabowo Subianto bisa mendaftarkan diri sebagai peserta kontestasi.
Langkah percepatan proses mencari wakil menjadi penting untuk dilakukan oleh masing-masing kubu pendukungnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Unggah Foto Bareng Mahfud MD, Netizen: Pasangan Berani Bikin Lawannya Meriang
Sebab waktu pendaftaran capres-cawapres yang sedianya direncanakan pada 19 Oktober hingga 25 November, disinyalir akan mengalami perubahan.
Dari kubu PDI Perjuangan selaku pengusung Ganjar Pranowo, sejumlah nama seperti Sandiaga Uno serta Ridwan Kamil sempat mencuat ke publik.
Selain kedua nama tersebut, nama Erick Thohir ataupun Mahfud MD juga sempat disebut sebagai kandidat kuat bacawapres.
Namun demikian, hingga saat ini koalisi pendukung Ganjar Pranowo masih enggan untuk mengungkap nama bacawapresnya.
Terkait dengan adanya rencana perubahan jadwal tersebut, salah satu politisi senior PDI Perjuangan memberi tanggapan.
Menurut Hugo Pareira, adanya perubahan jadwal pendaftaran pasangan Capres-Cawapres perlu disikapi secara responsif.
Bukan saja untuk bisa menjadikannya sebagai regulasi yang mengikat, namun merupakan konsiderasi penting bagi setiap parpol.
Karena itu, PDI dan partai pendukungnya perlu menyiasati rencana perubahan tersebut secara lebih menyeluruh.
Baca Juga: Relawan Tolak Mentah-mentah Ridwan Kamil jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Alasannya Bikin Menohok!
“Waktunya memang tinggal sebulan, dan nama-nama itu tentunya akan digodok dan dilihat perkembangan kedepannya,” ungkap Hugo, dikutip dari siaran Kompas TV, Selasa, 12 September 2023.
Hugo menegaskan bahwa nama bacawapres tentu akan dijadikan pertimbangan penting oleh para Ketua Umum Partai untuk menentukan langkah pemenangan.
Dinamika politik, Hugo menambahkan bukanlah sekedar suatu proses untuk mendapatkan kekuasaan tetapi juga tujuan menggunakannya.
Adanya anggapan publik yang menyebut bahwa Ganjar serta Prabowo akan melebur menjadi pasangan capres-cawapres, disikapi Hugo sebagai kemungkinan politik.
Sehubungan dengan batasan waktu yang dinilai singkat, Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menilai bukan persoalan jika nama calon sudah disimpan.
Djayadi menilai salah satu hal yang menyebabkan dinamika politik masih terjadi adalah karena banyaknya kemungkinan di kedua kandidat capres.
“Kemungkinan di Pak Ganjar dan Pak Prabowo masih banyak, tapi dinamika sudah berkurang karena hampir pasti pasangan Amin, Anies-Muhaimin,” jelas Djayadi.
Belum adanya nama cawapres untuk mendampingi Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto, menjadikan kedua kandidat masih saling intip dan antisipasi.***

Share this article
Adanya anggapan yang Ganjar serta Prabowo akan melebur menjadi pasangan capres-cawapres, disikapi Hugo sebagai kemungkinan politik.