AYOJAKARTA.COM – Meski sempat mangkir dari panggilan Polda Metro Jaya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri akhirnya menemui Penyidik Bareskrim.
Hasilnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri mengakui perihal pertemuannya dengan mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo.
Buntut dari pengakuan tersebut, kediaman Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri akhirnya digeledah polisi.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Geledah 3 Rumah Buntut Dugaan Kasus Pemerasan Terhadap SYL, Kemana Firli Bahuri?
Selain rumah di Villa Galaxy, Bekasi, Jawa Barat; Polisi juga melakukan penggeledahan di kediaman Firli yang berada di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
Terkait dengan dugaan tindak pemerasan yang dilakukan Firli terhadap Syahrul Yasin Limpo, Yudi Purnomo memberi tanggapan.
Menurut Mantan Penyidik KPK ini, penggeledahan rumah milik ketua lembaga anti rasuah merupakan hal yang secara subyektif sangat menyedihkan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Geledah Rumah Ketua KPK Firli Bahuri Terkait Dugaan Kasus Pemerasan SYL
Karena tidak sepantasnya kediaman dari Ketua KPK yang seyogyanya memberantas korupsi, justru digeledah karena dugaan tindak pemerasan.
“Yang suka menggeledah rumah saksi atau tersangka, ternyata rumahnya-pun digeledah,” ungkap Yudi.
Namun demikian, Yudi menilai penggeledahan terhadap kedua rumah Firli merupakan hal penting dan krusial terkait dengan suatu penanganan kasus.
Baca Juga: Rumah Ketua KPK Firli Bahuri di Kertanegara dan Bekasi Digeledah Polisi
“Karena itu adalah upaya dari Penyidik untuk menemukan barang bukti yang diduga disembunyikan di suatu tempat,” imbuhnya.
Dengan adanya pemeriksaan terhadap rumah Ketua KPK, Yudi meyakini bahwa ada perkembangan dari pemeriksaan yang sebelumnya sudah dilakukan.
Yudi menambahkan, pencarian barang bukti di rumah Ketua KPK merupakan salah satu langkah tepat yang dilakukan Kepolisian.
Baca Juga: Dicurigai Gunakan Pendekatan Politis sebagai Jalan Ninja, Ketua KPK Firli Bahuri Bakal Alami Hal Ini
Sebab, Yudi memaparkan pengalamannya dari suatu penggeledahan akan didapati barang bukti yang tidak terduga.
Selain uang tunai, penggeledahan juga dapat membuahkan hasil berupa dokumen, alat komunikasi serta perangkat-perangkat penyimpanan lainnya.
Lebih lanjut, Yudi menilai bahwa penggeledahan merupakan bagian penting dari upaya penegakan hukum.
Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Firli Bahuri Jalani Pemeriksaan Kasus Pemerasan SYL Didampingi Biro Hukum KPK
“Tapi saya yakin bahwa sebentar lagi kasus ini akan selesai dengan adanya penetapan tersangka,” jelas Yudi.
Sehubungan dengan pangkat Firli di Kepolisian sebagai Komisaris Jenderal yang mengetahui cara kerja polisi, keraguan publik kemudian mencuat.
Namun demikian, Yudi yang telah menjalani tugas selama 15 tahun sebagai Penyidik KPK meyakini bahwa tidak ada kejahatan sempurna.
Dalam setiap proses penggeledahan, seringkali didapatkan bukti-bukti kejahatan yang tidak terpikirkan atau luput oleh pikiran pelaku.
Sehingga hasil dari sebuah penggeledahan akan dapat menjadi petunjuk baru untuk memperkuat penyelidikan.
“Tidak ada kejahatan sempurna, kejahatan pasti meninggalkan jejak,” pungkas Yudi dikutip Ayojakarta pada Kamis, 26 Oktober 2023 dari Metro TV. ***

Share this article
Ketua KPK Firli Bahuri mengakui pertemuan dengan Syahrul Yasin Limpo; penggeledahan rumahnya terkait dugaan pemerasan,