AYOJAKARTA.COM - Mengusung konsep perubahan, dwi tunggal Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin hadir dalam dialog terbuka di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Solo.
Dalam acara yang diselenggarakan pada 21 November 2023 kemarin, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyampaikan pandangan terkait persoalan bangsa.
Menjawab pertanyaan dari lima panelis secara bergantian, duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sepakat menjadikan keadilan dan kesejahteraan sebagai esensi perubahan.
Baca Juga: Ditanya Soal Golput atau Tidak Memilih di Pemilu 2024 oleh Najwa Shihab, Ini Jawaban Anies Baswedan
Beragam problematika sosial yang terjadi di tengah masyarakat saat ini, menurut AMIN memiliki korelasi dengan adanya pergeseran sistem nilai dan pemahaman keagamaan.
Karena itu menurut AMIN, salah satu hal paling mendasar yang menjadi acuan dari lahirnya perubahan adalah pemahaman nilai keagamaan serta penerapan.
Dengan adanya pemahaman dan penerapan nilai keagamaan yang baik, AMIN optimis cita-cita perubahan akan menjadi kenyataan.
Namun demikian, AMIN berpendapat solusi terhadap permasalahan bangsa bukan saja ditentukan oleh faktor sistem nilai masyarakat, tetapi juga mentalitas.
“Negara ini tidak akan mampu menjaga dan mengatasi persoalan yang dihadapi, masalah pokoknya sangat nyata, gangguan mental,” ujar Cak Imin di hadapan peserta.
Tekanan ekonomi, suasana sosial, budaya yang berubah dengan cepat, menurut AMIN menjadi salah satu penyebab kian merebaknya gangguan mental.
Sehingga peran dari seluruh pihak dan tokoh dari berbagai agama sangat diperlukan untuk menghalang dan memperkecil meluasnya gangguan mental.
Mentalitas yang kuat ditopang dengan pemahaman nilai dan keagamaan, menurut AMIN merupakan entitas penting dalam mendidik karakter bangsa Indonesia.
Proses menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter dan beradab tentu bukan perkara mudah, sehingga perlu didahului dengan adanya peningkatan SDM.
Menyikapi keresahan tersebut, pasangan AMIN berpendapat salah satu cara yang bisa diperbuat adalah dengan membuat program menuntaskan pendidikan.
Melalui program penuntasan pendidikan, AMIN optimis akan memperkecil jumlah manusia Indonesia yang putus sekolah.
Dampak jangka panjang dari mengecilnya usia putus sekolah, akan melahirkan generasi yang lebih peduli dengan pendidikan.
Solusi lain yang berkenaan dengan pendidikan sebagai jembatan menciptakan SDM berkualitas menurut AMIN adalah keberpihakan negara pada aspek pendidikan dan sosial.
Negara, menurut AMIN harus hadir dan memastikan proses peningkatan mutu serta kualitas SDM Indonesia hingga mengalami perubahan dan peningkatan.
Baca Juga: Tanggapan Anies Baswedan Soal Elektabilitas Naik: Menujukkan Masyarakat Membutuhkan Perubahan!
Bentuk nyata program AMIN di masa mendatang adalah pembebasan lahan negara untuk kepentingan pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial.
“Tanah negara dipakai swasta tidak hilang, kalau dipakai investor asing malah bisa hilang,” ungkap Anies dikutip Ayojakarta pada Kamis, 23 November 2023 dari kanal YouTube Kompas TV.***

Share this article
Mentalitas yang kuat ditopang dengan pemahaman nilai dan keagamaan, menurut pasangan AMIN merupakan entitas penting.