AYOJAKARTA.COM - Program food estate atau lumbung pangan menjadi salah satu yang tidak akan dilanjutkan Anies Baswedan jika dirinya menjadi Presiden.
Namun, Anies Baswedan telah menyiapkan program lainnya, yakni contract farming sebagai pengganti jika berhasil memenangkan kontestasi Pilpres 2024.
Anies Baswedan mengatakan, persoalan pangan memang menjadi salah satu fokus dari program yang diusungnya bersama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Baca Juga: Timnas AMIN Petakan Daerah Lumbung Suara, Disebut Ada 7 Wilayah Potensial Pemilih Anies Baswedan
Hal ini karena, Anies melihat produksi pertanian di masa kini penuh ketidakpastian.
"Nah, kita pingin sampaikan fokus ke depan, tidak akan mengkonsentrasikan kepada food estate," ujar Anies Baswedan dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada Senin (27/11/2023).
"Justru kita ingin contract farming dibangun untuk Indonesia kedepan," imbuhnya.
Baca Juga: Siap Hadapi Kampanye Pilpres 2024, Ganjar Pranowo Bakal Mulai dari Wilayah Ini
Anies menjelaskan, alasan food estate tidak akan dilanjutkan, lantaran program tersebut dinilai terlalu menguasai produksi secara sentralistik.
"Kedua, kepastian hasil tani hanya pada mereka yang berada di kawasan food estate dan ini praktiknya, ini adalah sebuah produksi pertanian berbasis korporasi," jelas Anies.
Karena itu, Anies menganggap apa yang dibutuhkan saat ini oleh masyarakat Tanah Air justru terbalik dari program food estate.
Baca Juga: Karena Hal Ini, TKN Prabowo-Gibran Optimis Raup Suara Banyak dari Pemilih Muda di Pilpres 2024
"Sementara yang kita butuhkan sebaliknya, kita justru membutuhkan agar petani-petani yang tempatnya ada diseluruh wilayah indonesia bisa mendapatkan kesetaraan, kesempatan agar produknya ikut di dalam pasar produk pertanian di Indonesia," kata Anies.
Selain itu, keberadaan food estate dikatakan Anies, pada ekstensifikasi lahan pertanian pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produksi.
Namun, hal itulah yang justru memunculkan problem-problem lingkungan hidup.
Baca Juga: Pilpres 2024: Munculkan Ahmad Heryawan, PKS Tantang Ridwan Kamil Kuasai Jabar
Karena itulah, Anies Baswedan-Cak Imin ingin menggeser intensifikasi pertanian rakyat dengan tujuan agar produktivitas para petani bisa lebih meningkat.
"Jadi, petani yang ada dimana-mana itu jangan dilupakan kemudian di pemerintahan justru membuat satu kawasan baru, justru petani-petani yang ada sekarang ini yang harus dijadikan mitra, diajak untuk terlibat, difasilitasi," ungkap Anies.
Apalagi, selama ini Anies menilai, program food estate tersebut penyerahan hasil taninya berdasarkan keputusan pemerintah pusat.
Baca Juga: Beri Dukungan, Pengacara Kondang OC Kaligis Sebut Jessica Wongso Hanya Korban
Seharusnya, kata Anies, hasil tani lokal diserahkan kepada BUMN dan BUMD.
Tetapi, melalui program contract farming, Anies menyatakan, hal itu nantinya akan menjadi kerja sama antara pemilik modal dan petani.
"Dalam pendekatan food estate, petani dikuasai oleh pemilik mod, tapi dalam contract farming ini kerja sama antara pemilik modal dan petani," katanya.
Baca Juga: PKS Minta DKI Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota, Begini Respon Anies Baswedan!
Dengan hadirnya program contract farming ini, Anies berharap petani di Indonesia bia memiliki kesempatan untuk bertumbuh dengan lebih optimal.
"Harapannya dengan pola contract farming ini maka petani di seluruh indo punya kesempatan memperoleh nilai tambah atas kerja mereka dan sistem yang berkeadilan untuk semua," ungkap Anies.
"Ini salah satu contoh kecil kita menghadirkan tata niaga yang berkeadilan, prinsip yang hendak dipegang adalah dalam setiap kebijakan ada satu pertanyaan," lanjutnya.

Share this article
Anies Baswedan tidak akan melanjutkan program food estate jika terpilih sebagai Presiden. Alternatifnya, ia mengusulkan contract farming.