AYOJAKARTA.COM - Kasus Jessica Wongso kembali mencuat dan menjadi sorotan banyak orang.
Terkini, mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji buka suara soal viralnya kasus Jessica Wongso.
Bahkan, Susno Duadji menyebut vonis hukum yang diterima Jessica Wongso terlalu sumir.
"Ya begini ya, terlebih dahulu ya, saya ya mendasari ini kepada satu film Ice Cold di Netflix itu, yang kedua di podcast-podcast beredar. Dan kita lihat, tidak ada bantahan dari Mahkamah Agung, tidak ada bantahan dari Kejaksaan, tidak ada bantahan resmi dari penyidik," kata Susno Duadji seperti dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Instens Investigasi pada Kamis, 7 Desember 2023.
Ia lantas berkomentar bahwa apa yang beredar di publik adalah benar, karena menurutnya tak ada bantahan sama sekali terkait kasus kopi sianida.
"Berarti apa yang ada di film itu, apa yang ada di medsos itu, mendekati benar. Itulah yang kita pegang," bebernya.
"Kalau itu benar, maka peradilan terhadap Jessica ini saya katakan peradilan sesat. Kenapa peradilan sesat? Lah, terlalu benar menghukum seseorang dengan tidak ada alat bukti yang bersifat direct. Contohnya apa? Kok hakim berani mengambil keyakinan Jessica adalah pelakunya. Tetapi, di film yang kita tonton dan dari statement para pengacara, dan dari statement keterangan ahli tak ada yang menyatakan bahwa Jessica yang memasukkan racun itu," tambahnya.
Diketahui Jessica Wongso terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap Mirna Salihin yang dijerat selama 20 tahun penjara.
Menurut kuasa hukum Jessica Wongso, tak ada bukti langsung yang mengarah bahwa Jessica Wongso adalah pembunuhnya.
Terlebih, kuasa hukum mengaku dalam persidangan yang digelar selama 32 kali pada kasus dengan julukan kopi sianida ini disebut tak ada bukti.
Kemudian, Susno Duadji menyebut vonis hukum terhadap Jessica Wongso terlalu sumir, yang bahkan menurutnya terlalu berani.
"Tapi hanya berdasarkan (vonis hukum) Jessica duduk di meja, kemudian menutupi dengan tas, oh Jessica lah pelakunya. Ini terlalu sumir, kalau sumir terlalu berani, besar dong dosanya," ujar Susno Duadji.
Sosok Susno Duadji, mantan Kabareskrim Polri menjabat pada tahun 2008-2009, ia mengaku punya pengalaman lama menjadi penyidik.
"Lah, kalau orang mati bisa saja mati bukan karena racun, dan saya jadi penyidik cukup lama ya hingga jadi Kabareskrim. Kalau mau bunuh orang dengan cara meracun tidak berhadap-hadapan, bodoh sekali. Apalagi seorang Jessica Wongso yang sudah terdidik, sekolah di luar negeri," papar Susno Duadji.

Share this article
Terkini, mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji buka suara soal viralnya kasus Jessica Wongso dengan menyebut vonis hukum terlalu sumir.