AYOJAKARTA.COM – Jauh sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Anies Baswedan sebagai peserta Pilpres, isu adanya upaya penjegalan dan cawe-cawe pemerintah menjadi sorotan.
Anggapan terkait adanya upaya penjegalan terhadap Anies Baswedan tersebut terungkap usai politikus Partai Demokrat, Denny Indrayana bersuara.
Menurut Mantan Wakil Menkumham dan Staf Presiden tersebut, menyebut langkah Anies Baswedan untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024 tidaklah mudah.
Namun demikian, anggapan Denny Indrayana tentang penjegalan terhadap Anies justru mendapat sanggahan dari Menkopolhukam Mahfud MD.
Baca Juga: Curhat Mahfud MD Rela Pasang Badan demi Anies Baswedan Maju di Pilpres 2024
Kepada awak media, pada Juni 2023 silam Mahfud MD memastikan akan menjaga netralitas pemerintah terkait dengan pencalonan Anies.
Mahfud MD bahkan menantang agar Denny Indrayana bisa memastikan upaya penjegalan tidak terjadi dari dalam tubuh Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Tantangan kepada Denny Indrayana tersebut dilakukan Mahfud MD tidak lain sebagai bentuk memastikan netralitas pemerintah.
Seiring waktu, komposisi partai pendukung di dalam Koalisi Perubahan mengalami pergantian usai Muhaimin Iskandar dinobatkan sebagai cawapres.
Partai Demokrat tempat Denny Indrayana bernaung kemudian menarik dukungan dan bergabung ke barisan Prabowo Subianto di Koalisi Indonesia Maju.
“Saya sudah bilang ke masyarakat, pemerintah tidak akan menghalangi Anies, meskipun ada tuduhan dari Denny Indrayana,” jelas Mahfud di kemudian hari.
Pernyataan untuk mematahkan sanggahan tersebut disampaikan langsung oleh Mahfud MD saat hadir sebagai narasumber dalam sebuah siniar.
“Saya bilang ke Denny, kamu jaga Anies agar dia tidak sampai gagal jadi calon, saya yang jaga agar Anies tidak dihalangi oleh pemerintah,” imbuh Mahfud, dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Rabu, 10 Januari 2024.
Baca Juga: Mahfud MD Tolak Permintaan Tim Anies untuk Jadi Cawapres, Ini Alasannya
Memastikan nama Anies untuk tercatat sebagai salah satu peserta Pilpres 2024, menurut Mahfud MD merupakan bentuk tanggung jawab secara politik.
Penilaian tersebut dilakukan Mahfud MD karena sejumlah petinggi dari Koalisi Perubahan sempat memintanya bergabung menjadi cawapres Anies Baswedan.
Namun, Mahfud MD memilih untuk menolak tawaran sebagai cawapres karena tidak ingin membuat situasi di dalam tubuh Koalisi Perubahan memanas.
“Kalau saya mau, lalu Partai Demokrat keluar dan tidak memenuhi electoral threshold, saya bisa dituduh menyusup, pemerintah dituduh menggagalkan,” jelas Mahfud.
Atas pertimbangan tersebut, Mahfud MD memilih untuk tidak ikut bergabung menjadi bagian dari Koalisi Perubahan dan menjadi cawapres Anies Baswedan.
Namun demikian, Mahfud MD mengaku bersyukur dengan hadirnya Muhaimin Iskandar yang kini menjadi pendamping Anies.
“Masuk Muhaimin, Demokrat langsung keluar, untung Muhaimin punya partai jadi tetap bisa mendaftar,” jelas Mahfud MD.***

Share this article
Memastikan nama Anies untuk tercatat sebagai salah satu peserta Pilpres 2024, menurut Mahfud MD merupakan bentuk tanggung jawab politik.